Gunung Anak Krakatau Erupsi Diiringi Dentuman, Status Siaga Level III
Reporter : Sigit P
Headlines
Minggu, 6 September 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta — Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan kembali mengalami erupsi menerus yang disertai dentuman serta suara gemuruh keras sejak Jumat (4/9/2026) malam. Atas peningkatan aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung api berada pada Level III (Siaga).
Rangkaian letusan teramati memuncak hingga Sabtu (5/9) pagi dari Pos Pengamatan Pasauran. Masyarakat serta wisatawan dilarang keras mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
“Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif,” tulis laporan resmi PVMBG, Sabtu (5/9/2026).
Semburkan Lava Fountain, CCTV Pengamatan Rusak
Berdasarkan pengamatan visual periode Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi Gunung Anak Krakatau memunculkan fenomena lava fountain atau air mancur lava yang terlihat jelas saat malam hari.
Dampak dari tingginya intensitas lontaran material vulkanik tersebut membuat kamera CCTV pemantau milik PVMBG di lapangan dilaporkan rusak dan tidak beroperasi.
Secara kegempaan, petugas mencatat satu kali kejadian letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi gempa mencapai 21.600 detik (sekitar 6 jam).
PVMBG Minta Warga Tak Panik Isu Tsunami
Menanggapi kepanikan warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung terkait trauma Tsunami 2018, PVMBG memastikan hingga saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi memicu tsunami.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 2018 masih tergolong relatif kecil. Kondisi morfologi tersebut dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan tubuh gunung dalam skala besar yang mampu memicu gelombang tinggi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi yang beredar.
“Masyarakat tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi. Jangan mendekati kawasan hanya untuk dokumentasi,” imbau BNPB.
BNPB bersama BPBD setempat kini telah memperketat patroli pengawasan zona bahaya 3 kilometer serta mematangkan jalur evakuasi, titik kumpul, dan sarana komunikasi darurat apabila terjadi lonjakan aktivitas vulkanik susulan.
Editor Aro
#Bencana alam
#bnpb
#Gunung anak Krakatau
#Gunung anak Krakatau erupsl



Berita Terkait

Pelaku UMKM Perikanan Gampang Dapat KUR lewat Program KKP Gemilang
Bisnis.Selasa, 14 Juli 2026

Infrastruktur Mutu Indonesia Duduki Peringkat Nomor 27 Dunia
Ekbis.Jumat, 5 Juli 2024

Ambisi Perdana Atalanta Kontra Tekad Nerazzuri Pertahankan Mahkota
Headlines.Kamis, 2 Januari 2025

Uni Eropa Siap Glontor Bantuan Dana untuk Koperasi Berbasis Sawit
Ekbis.Sabtu, 12 April 2025

