siginews-Surabaya – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Jawa Timur pada Sabtu (30/8).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB ini menuntut Reformasi Polri sebagai respons atas berbagai insiden kekerasan yang terjadi dalam penanganan demo belakangan ini.
Massa aksi, yang terdiri dari mahasiswa UIN Sunan Ampel, Unesa, Untag, dan UWK, membawa beberapa tuntutan utama. Koordinator Aksi, Nasrawi, membacakan tuntutan tersebut di atas mobil komando. “Mendesak aparat penegak hukum untuk hentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi,” tegasnya.
Lanjutnya, “Usut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya almarhum Affan Kurniawan.”
Berikut tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa adalah:
1. Menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.
2. Mengusut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa, termasuk kasus meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan.
3. Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan oleh aparat kepolisian.
4. Mendesak reformasi total institusi kepolisian.
5. Demiliterisasi Polri.
6. Menuntut transparansi dalam penanganan perkara pidana.
Akibat aksi ini, Jalan Ahmad Yani ditutup total mulai dari putar balik Taman Pelangi, mengalihkan arus lalu lintas dari Surabaya menuju Malang ke jalur alternatif dan menyebabkan kemacetan di beberapa titik.
(Editor Aro)