siginews-Surabaya – Rentetan aksi demo solidaritas atas kematian driver ojol Affan Kurniawan dan kericuhan di Surabaya berlanjut pada Sabtu (30/8).
Ratusan mahasiswa dan masyarakat bentrok di depan Markas Polrestabes Surabaya dalam sebuah demonstrasi yang berakhir ricuh.
Massa akhirnya berhasil dipukul mundur oleh pihak kepolisian dengan menyemprotkan water canon usai membuat sejumlah kerusakan.
Aksi yang awalnya damai ini dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, turun langsung ke Jalan Sikatan untuk mengimbau para demonstran agar segera membubarkan diri. “Sudah ya, teman-teman disuruh balik, semua aman kan,” kata Kombes Luthfie, mengingatkan bahwa batas waktu demo di ruang terbuka adalah pukul 18.00 WIB.
Sekitar pukul 17.28 WIB, sebagian besar massa mulai meninggalkan lokasi. Meski demikian, beberapa demonstran masih bertahan, memaksa petugas untuk terus mendorong mereka hingga seluruhnya membubarkan diri.

Vandalisme dan Penangkapan
Aksi ini meninggalkan jejak kerusakan. Properti milik Polrestabes Surabaya, termasuk papan nama “Museum Hidup Polrestabes Surabaya”, terlihat hancur. Dinding Polrestabes dan kafe di seberangnya juga dipenuhi coretan vandalisme.
Beberapa demonstran dilaporkan ditangkap oleh petugas karena melawan saat proses pembubaran.
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas penahanan rekan-rekan mahasiswa pada demonstrasi serupa sehari sebelumnya.