siginews-Sidoarjo – Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat mengusung agenda tiga tuntutan, diantaranya mengenai pungutan lira (pungli) di SMA/SMK Negeri di Jawa Timur. Komnas Pendidikan Jatim Kunjung Wahyudi menantang Cak Sholeh (korlap Rakyat Jawa Timur Menggugat) untuk debat secara ilmiah.
Hal itu disampaikan Kunjung di sela acara Diskusi Publik Terbuka Untuk Umum dengan tema ‘Jawa Timur Sedang Baik-Baik Saja, Penegasan Zero Pungli Dinas Pendidikan Jawa Timur’ yang diselenggarakan LSM MAKI Jatim di Hotel Premiere Place Hotel, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Kamis (28/8/2025).
“Cak Sholeh ini kan berkali-kali membuat video di Tiktok dan sebagainya. Semuanya itu kan dasarnya kurang lengkap, maka saya sebagai Ketua Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur menantang atau ingin berdebat dengan beliau di suatu panggung, yang mana debat ini debat secara ilmiah berdasarkan aturan yang ada,” katanya.
Kunjung mengatakan, terkait laporan pungli dan sebagainya, pihaknya siap duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Nggak apa-apa. Kalau nanti ada laporan pungli dan sebagainya, ya kita ayo duduk bersama kita selesaikan,” ujarnya.
“Kalau ada data, Cak Sholeh kan menerima pengaduan , maka ya tunjukkan saja datanya. Apakah itu benar, kalau benar ya kita akan selesaikan bersama-sama,” tambahnya.
Kunjung yang juga Ketua FKKS Jatim (Forum Komunikasi Ketua Komite SMA/SMK se-Jatim) berharap, demo yang diinisiasi Cak Sholeh melalui Rakyat Jawa Timur Menggugat pada 3 September 2025 batal digelar.
“Apa yang direncanakan 3 September, harapannya adalah mudah-mudahan tidak terjadi. Kenapa? karena kita menjaga kondusifitas Jawa Timur. Kenapa, karena yang dibawa oleh oknum tersebut (pegawai yang melakukan pungli) adalah pribadi, bukan secara Jawa Timur,” teragnya.
“Untuk itu, harapannya, ya kita ingin kalau ada permasalahan, kita duduk bersama, kita bicarakan bersama, kita selesaikan bersama. Jangan sampai permasalahan itu dimunculkan kemudian menjadi viral, kemudian menjadi permasalahan di Jawa Timur yang tidak bisa terselesaikan,” jelas Kunjung.
Sebelumnya, M Sholeh beserta korlap lainnya (Acek Kusuma dan Musfiq) membentuk Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat. Posko tersebut dirikan sejak Kamis (21/8/2025) malam.
Pendirian posko tersebut sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, serta tempat bagi warga yang ingin menyumbangkan makanan, minuman, air mineral, hingga donasi uang tunai.
Donasi tersebut digunakan sebagai bahan logistik bagi gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat yang akan melakukan aksi demo besar-besaran pada Rabu, 3 September 2025, mengusung tuntutan yakni, 1- Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Roda 2 dan Roda 4.; 2- Usut Dugaan Korupsi Triliunan Rupiah yang Diduga Melibatkan Gubernur Jatim.; 3- Hapus Segala Bentuk Pungli di Sekolah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.
(jrs)