18 Juta Keluarga Penerima Manfaat Terima Bantuan Beras, Disini Infonya
Reporter : Editor 01
Ekonomi
Rabu, 24 September 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Jakarta – Sebanyak 18,277 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada periode Oktober–November segera mendapatkan penyaluran program stimulus ekonomi triwulan II berupa bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan selama dua bulan ditambah 2 liter minyak goreng merek ‘Minyakita’ per bulan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Ketersediaan Pangan NFA, Indra Wijayanto, dalam rakor inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (23/9).
“Penambahan minyak goreng dalam paket bantuan pangan diharapkan menjadi pemicu stabilisasi harga di pasar,” jelas Indra.
Selain itu, Indra memberikan informasi juga bahwa realisasi distribusi beras Bulog saat ini rata-rata telah di atas 5.000 ton per hari. Namun, percepatan distribusi perlu dilakukan agar sisa target sekitar 1,1 juta ton dapat terserap sepenuhnya hingga akhir tahun.
“Dengan sisa waktu sekitar 107 hari, distribusi harian perlu ditingkatkan mendekati 10 ribu ton per hari agar harga beras lebih stabil di hampir semua daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut Indra juga mengapresiasi Instansi dan Lembaga terkait yang turut memperkuat penyaluran beras, khususnya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Menurutnya, peran Pemerintah Daerah juga sangat krusial dalam memperluas jangkauan intervensi.
“Jika setiap kelurahan menyelenggarakan GPM minimal seminggu sekali sesuai kebutuhan warganya, realisasi target distribusi akan lebih mudah dicapai,” ujar Indra.
Sementara Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp78 miliar untuk program SPHP jagung dengan alokasi 52.400 ton yang akan mulai disalurkan pada akhir pekan ini dengan menetapkan harga penyaluran sebesar Rp5.500/kg.
Penyaluran ditujukan kepada 2.109 peternak mandiri skala mikro, kecil, dan menengah, hasil verifikasi bersama Kementerian Pertanian dan Bulog.
Skema ini diharapkan mampu menekan gejolak harga pakan yang berimbas pada harga daging ayam dan telur.
“Langkah ini dilakukan agar harga pakan, khususnya jagung, tetap terkendali sehingga peternak rakyat bisa berproduksi lebih baik,” ujarnya.
NFA memastikan intervensi beras melalui SPHP, bantuan pangan, serta dukungan tambahan dari SPHP jagung akan terus diperkuat hingga akhir tahun.
Seluruh upaya ini diarahkan untuk mengendalikan inflasi pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga global.
(Editor Aro)
#Bantuan Beras
#Bapanas
#Keluarga Penerima manfaat
#Penyaluran Beras
#Program Stimulus Ekonomi



Berita Terkait

Resmi! MotoGP Tetapkan Barcelona Jadi Putaran Balapan Penutup 2024
Headlines.Kamis, 7 November 2024

Strategi Jitu Partai Politik, Temuan dalam Disertasi Doktor Suli Da’im
Headlines.Selasa, 14 Januari 2025

Polres Tanjung Perak Imbau Bengkel Tidak Layani Pasang Knalpot Brong
Headlines.Rabu, 25 Desember 2024

Dampak UU HKPD: Jatim Gelar Retreat Bahas Kehilangan Rp2,8 Triliun
Headlines.Jumat, 16 Januari 2026

