Reporter : Redaksi
Bisnis
Rabu, 12 Agustus 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menggelar seleksi direksi Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS). Namun, seleksi yang menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, dari 24 pelamar untuk mengisi posisi Dirut, Direktur Operasional, Direktur Keuangan, hanya 5 pelamar yang dipilih, sedangkan 19 pelamar tereleminasi.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Nomor 03/PANSEL/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 yang ditandatangani oleh Panitia Seleksi (Pansel), Vykka Anggradevi Kusuma. Dalam surat tersebut, hanya dua nama calon Dirut yang dinyatakan Lolos Memenuhi Syarat (MS), yakni Agung Bayu Murti dan Indah Adelia Yahono.
Sikap pasif tim Pansel mengenai rincian penyebab gugurnya enam kandidat tersebut memantik keraguan dan spekulasi di kalangan pelamar terkait transparansi proses penjaringan.
Padahal secara keseluruhan, terdapat 24 orang yang mendaftar untuk tiga posisi direksi. Berikut Rinciannya:
1) 8 orang melamar posisi Direktur Utama, menyisakan 2 orang. 6 pelamar tereliminasi.
2) 11 orang melamar Direktur Operasional dan Umum, menyisakan 2 orang. Sedangkan 9 pelamar lainnya gagal lolos di tahap administrasi.
3) 5 orang memperebutkan posisi Direktur Keuangan dan SDM, menyisakan 1 orang. Empat pelamar gugur tahap administrasi.
Klaim Objektif Pemkot Surabaya Dipertanyakan
Sebelum pengumuman seleksi administrasi diterbitkan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, sempat menegaskan bahwa seluruh proses penjaringan direksi KBS yang dibuka pada 13–31 Juli 2026 ini akan berjalan profesional, transparan, dan berlandaskan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD.
Syamsul menyebut, pelamar yang lolos tahap administrasi dijadwalkan langsung mengikuti tahapan psikotes oleh lembaga psikologi profesional. Tahapan ini juga melibatkan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim, akademisi, hingga pakar kedokteran hewan dan hukum.
“Keterlibatan berbagai pihak penting untuk memberikan perspektif yang menyeluruh. Kami menegaskan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi,” tegas Syamsul dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Namun, minimnya rincian transparansi pada pengumuman hasil seleksi awal ini dinilai bertolak belakang dengan komitmen Pemkot Surabaya. Bahkan, pengumuman tahapan seleksi direksi Perumda KBS ini harusnya pada 7 Agustus 2026, tapi molor hingga 11 Agustus 2026.
Publik kini menanti penjelasan terbuka dari Pansel guna memastikan calon pemimpin BUMD konservasi kebanggaan warga Surabaya tersebut bebas dari praktik nepotisme maupun mal administrasi.
Editor Aro
#Jawa Timur
#Kbs
#Kebun binatang Surabaya
#Pemkot Surabaya
#Seleksi direksi KBS
#Surabaya




Headlines.Selasa, 22 April 2025

Headlines.Kamis, 16 Januari 2025

Headlines.Selasa, 17 Desember 2024

Headlines.Senin, 16 Desember 2024