6.047 Jemaah Umrah Sudah Pulang, Ini Info Keberangkatan Baru?
Reporter : Sigit P
Headlines
Rabu, 4 Maret 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat mengamankan kepulangan jemaah. Dalam kurun waktu dua hari terakhir, tercatat sebanyak 6.047 jemaah umrah telah berhasil mendarat kembali di Tanah Air dengan selamat.
Berdasarkan data Kemenhaj, proses pemulangan dilakukan secara bertahap sejak akhir Februari. Pada Sabtu (28/2), sebanyak 4.200 jemaah dipulangkan melalui 12 penerbangan, disusul 2.047 jemaah pada Minggu (1/3) yang menggunakan lima penerbangan.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas mutlak di tengah ketidakpastian kondisi kawasan. “Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” jelas Ichsan, Selasa (3/3).
Lantas, bagaimana dengan jemaah yang sudah menjadwalkan keberangkatan dalam waktu dekat?
Data Kemenhaj menunjukkan masih ada 43.363 calon jemaah umrah dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar berangkat sebelum musim haji dimulai pada 18 April 2026 mendatang.
Menanggapi besarnya angka keberangkatan baru tersebut, Kemenhaj memberikan imbauan tegas demi aspek perlindungan. Calon jemaah disarankan untuk mempertimbangkan kembali rencana keberangkatan mereka.
“Sebagai langkah antisipatif, kami mengimbau calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar mempertimbangkan penundaan perjalanan hingga situasi di kawasan Timur Tengah benar-benar kondusif,” tambah Ichsan.
Kemenhaj juga mengingatkan para agen travel atau PPIU untuk tidak abai terhadap kewajiban mereka. Pemerintah mewajibkan PPIU memberikan pelayanan penuh, mulai dari kepastian keberangkatan hingga pengamanan kepulangan jemaah. Komunikasi intensif antara agen dan jemaah dinilai krusial untuk menciptakan rasa aman.
Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi atau negara transit dan menghadapi kendala darurat, pemerintah menjamin kehadiran negara melalui kanal pengaduan resmi. Jemaah diminta segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat jika terjadi situasi hukum atau ancaman keselamatan.
“Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian di tengah situasi yang berkembang cepat ini,” pungkasnya.
(Editor Aro)
#Haji
#Info haji
#Info jemaah umrah
#Info terkini haji
#Kemenhaj
#Konflik Timur Tengah
#Umrah



Berita Terkait

Gus Yahya Tolak Mundur dari Ketum PBNU, Ini Alasannya
Headlines.Minggu, 23 November 2025

BNPB Terkini Kondisi Bencana Sumatra: 2 Kabupaten Aceh Masih Terisolir
Headlines.Senin, 8 Desember 2025

Pelajar MTs Trauma Gegara Dilempari Kotoran Sapi dan Terancam Bui
Daerah.Jumat, 11 Juli 2025

BSN Soroti Ketimpangan Infrastruktur Mutu, 64% Masih Terpusat di Jawa
Bisnis.Rabu, 26 November 2025

