Akhir Aliansi Marcos-Duterte: Wapres Filipina Selangkah Lagi Dicopot
Reporter : Anggoro
Headlines
Kamis, 30 April 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional, Manila – Komite kehakiman DPR Filipina resmi menemukan adanya bukti yang cukup untuk memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte pada Rabu (29/4/2026). Keputusan ini membawa Filipina selangkah lebih dekat ke proses hukum yang berpotensi menggagalkan ambisi politik Duterte untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang.
Dalam pemungutan suara tersebut, seluruh 53 anggota komite sepakat bahwa terdapat alasan yang cukup kuat untuk melanjutkan proses pemakzulan.
Upaya pelengseran ini diinisiasi oleh kelompok masyarakat sipil dan sayap kiri yang menuduh Duterte melakukan penyalahgunaan dana publik, kepemilikan kekayaan yang tidak wajar, hingga melontarkan ancaman terhadap nyawa Presiden Ferdinand Marcos Jr. beserta keluarganya.
Pengaduan ini dijadwalkan akan diajukan ke sidang pleno bulan depan. Jika mendapatkan dukungan minimal sepertiga anggota Kongres, kasus ini akan berlanjut ke persidangan pemakzulan di Senat.
Apabila terbukti bersalah di tingkat Senat, Sara Duterte tidak hanya akan dicopot dari jabatannya, tetapi juga dilarang berpolitik seumur hidup.
Menanggapi hal tersebut, Sara Duterte membantah seluruh tuduhan dan menyebut pengaduan itu bermotivasi politik. Kuasa hukumnya menegaskan bahwa proses di komite kehakiman telah menyimpang dari rancangan konstitusional karena melebar ke hal-hal di luar pengaduan awal.
“Temuan adanya bukti yang cukup oleh komite kehakiman DPR bukanlah hal yang tidak terduga, mengingat arah proses hukum yang telah berjalan,” ungkap pengacara Duterte melalui pernyataan resminya (dikutip dari reut).
Lanjutnya, “Kami dengan hormat menegaskan bahwa proses di hadapan komite tersebut menyimpang dari rancangan konstitusional. Alih-alih membatasi diri pada pengaduan yang telah diverifikasi dan lampirannya, proses tersebut meluas ke hal-hal yang seharusnya menjadi bagian dari persidangan penuh.”
Krisis politik ini menandai keretakan total aliansi antara Duterte dan Marcos yang sebelumnya memenangi pemilu 2022 secara telak.
Meski Duterte sempat menjadi favorit utama untuk menggantikan Marcos pada 2028, hubungan keduanya kini memanas setelah Duterte secara terbuka menyatakan penyesalannya telah membantu Marcos meraih kursi presiden.
(Editor Aro)
#Bong-bong marcos
#Duterte
#Filipina
#Pemakzulan
#politik
#Presiden Marcos Jr
#Sarah duterte
#Wakil presiden sarah duterte



Berita Terkait

Resmi Dibuka! Sayembara Desain Eks THR-TRS Rebutkan Hadiah Total Rp50 Juta
Lifestyle.Rabu, 19 Juni 2024

Potret Kesenjangan Regulasi dan Realita Perlindungan Anak Indonesia
Headlines.Rabu, 23 Juli 2025

Rockefeller Foundation Sorot MBG, Tinjau operasional SPPG di Pejaten
Bisnis.Jumat, 10 Oktober 2025

Bobby Razia Kendaraan Plat Aceh: Kalau Gatal Kita Garuk kata Mualem
Nasional.Selasa, 30 September 2025

