Reporter : A Rachmad
Bisnis
Jumat, 17 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sukses merampungkan proses modernisasi alat bongkar muat utamanya. Hal ini menjadi jaminan bagi para pengguna jasa transportasi laut bahwa layanan bongkar muat peti kemas di pelabuhan akan berjalan jauh lebih cepat, kilat, dan efisien.
Peremajaan alat ini ditandai dengan kedatangan dan pengoperasian bertahap 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) serta 4 unit Electric Container Crane (E-CC). Transformasi ke alat bertenaga listrik ini merupakan strategi jangka panjang anak usaha Pelindo Terminal Peti Kemas (Pelindo TPK) untuk menggenjot produktivitas dan meminimalkan disrupsi layanan kepada pelanggan.
“Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang TPS untuk memperkuat kapasitas, produktivitas, dan keandalan layanan. Kami optimistis setelah masa transisi ini terlewati, kinerja operasional akan semakin meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar,” ujar Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, Jumat (17/7/2026).
Meski sempat melakukan berbagai penyesuaian operasional selama proses transisi alat baru, kinerja bulanan TPS sepanjang Juni 2026 tetap mencatatkan tren positif.
Arus peti kemas tercatat tumbuh 5,06% secara bulanan (month-on-month), naik dari 111 ribu TEUs pada Mei menjadi 116 ribu TEUs di bulan Juni.
Geliat sehat juga ditunjukkan oleh sektor perdagangan internasional. Arus ekspor di TPS meroket hingga 10,14% menjadi 57 ribu TEUs dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 51 ribu TEUs.
Sementara itu, volume impor juga merangkak naik tipis 0,26% menjadi 59 ribu TEUs.

Erika mengapresiasi kolaborasi yang harmonis dengan para pelanggan dan pemangku kepentingan, sehingga tantangan operasional selama masa peremajaan alat raksasa tersebut bisa berjalan lancar dan minim dampak.
Kuasai 83% Pangsa Pasar, Diapresiasi Pelaku Logistik
Langkah modernisasi yang dilakukan TPS mendapat respons positif dari pelaku industri logistik. Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Husni, menilai efisiensi layanan di TPS telah berkontribusi besar pada kelancaran rantai pasok nasional di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Kami melihat komitmen TPS dalam melakukan transformasi operasional dan modernisasi peralatan sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan,” ungkap Husni.
Keandalan operasional TPS juga dibuktikan lewat angka riil. Sepanjang awal tahun 2026, rata-rata kecepatan bongkar muat TPS sukses menembus angka 51 box/ship/hour.
Performa kilat ini berhasil melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box/ship/hour.
Dengan kecepatan bongkar muat di atas rata-rata dan keandalan alat baru ini, TPS kokoh mempertahankan dominasinya dengan menguasai 83% pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
(Editor Aro)
#Ekspedisi
#Jawa Timur
#Logistic
#Surabaya
#Terminal Petikemas Surabaya
#Transportasi Laut




Headlines.Senin, 3 Februari 2025

Banyuwangi.Rabu, 15 Januari 2025

Headlines.Sabtu, 21 Desember 2024

Headlines.Kamis, 10 Juli 2025