Reporter : Redaksi
Lifestyle
Senin, 6 Oktober 2025
Waktu baca 1 menit

siginews.com-Kesehatan – Banyak orang sering salah paham dan menyamakan maag dan GERD (penyakit refluks gastroesofageal).
Padahal keduanya adalah kondisi kesehatan yang berbeda. Meskipun gejalanya terkadang mirip, penyebab, lokasi, dan penanganannya tidak sama.
Penting untuk memahami perbedaan mendasar ini agar tidak salah dalam penanganan, karena kurangnya pengetahuan bisa memperburuk kondisi.
Berikut adalah perbedaan utama antara maag dan GERD serta cara penanganannya:
1. Maag (Dispepsia)
Gejala: nyeri ulu hati, kembung, cepat kenyang, rasa panas atau terbakar di lambung.
Penyebab: infeksi H. pylori, pola makan tidak teratur, stres.
2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Gejala: sensasi terbakar di dada (heartburn), naiknya asam lambung ke kerongkongan, batuk kronis, suara serak.
Penyebab: katup antara lambung dan esofagus melemah, memudahkan asam lambung naik.
Penanganannya:
– Untuk penderita maag, Anda bisa mulai dengan diet sehat, hindari makanan pedas atau asam, dan hindari makan terlalu malam.
– Untuk penderita GERD, selain diet, Anda harus hindari berbaring setelah makan, jangan makan terlalu cepat, dan bisa memerlukan obat penurun asam lambung.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa mencari pengobatan yang tepat dan menghindari kesalahan penanganan.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Cara Penanganan GERD
#Cara Penanganan Maag
#GERD
#Maag
#Penyakit GERD
#Penyakit Maag




Daerah.Minggu, 1 September 2024

Jawa Timur.Kamis, 29 Mei 2025

Headlines.Senin, 10 Maret 2025

Lifestyle.Minggu, 11 Januari 2026