siginews

Baru 2% Sekolah di Jatim yang Siap Hadapi Bencana, Ini Langkah BPBD

Reporter : Sigit P

Headlines

Selasa, 7 Juli 2026

Waktu baca 2 menit

Baru 2% Sekolah di Jatim yang Siap Hadapi Bencana, Ini Langkah BPBD

Siginews.com-Surabaya – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan baru sekitar dua persen atau 95 sekolah tingkat SMA sederajat di Jatim yang siap menghadapi bencana melalui pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Padahal, mayoritas sekolah di wilayah ini berada di zona bahaya.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Jatim menggelar Training of Facilitator (TOF) SPAB selama dua hari pada Senin-Selasa (6-7/7/2026) di The Southern Hotel, Surabaya. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembentukan sekolah tangguh bencana melalui peningkatan kapasitas para guru.

“Diharapkan, dengan pelaksanaan TOF SPAB ini percepatan ketangguhan sekolah bisa dilakukan melalui peningkatan kapasitas guru sekolah, yang nantinya bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” kata Gatot saat membuka acara, Senin (6/7/2026).

Tercatat dari total 4.088 SMA sederajat di Jatim, sebanyak 3.645 sekolah atau sekitar 89,2 persen masuk dalam kategori rawan bencana tinggi.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru SMA/SMK/MA perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Jatim, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim, sebagai kelanjutan dari pelatihan daring pada akhir Juni lalu.

BPBD Jatim menggelar Training of Facilitator (TOF) SPAB di The Southern Hotel, Surabaya (Foto: dok.humas BPBD Jatim)

Sementara, Ketua IGI Jatim, Sukari, mengapresiasi kolaborasi tahunan ini. Menurutnya, guru adalah ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman mitigasi langsung kepada siswa di lingkungan sekolah.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

“Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman,” ujar Sukari.

Selama pelatihan, para guru dibekali berbagai materi penting, mulai dari kebijakan kerangka kerja SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi bencana.

Pada hari kedua, Selasa (7/7/2026), peserta juga diajak mengunjungi Taman Edukasi Bencana di kantor BPBD Jatim untuk mempelajari fasilitas edukasi kebencanaan sekaligus merancang agenda tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

 

(Editor Aro)

#BPBD Jatim

#Jawa Timur

#Mitigasi Bencana

#Pelatihan Guru

#Pelatihan Tanggap Bencana

#Sekolah Rawan Bencana

#Surabaya

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.