siginews

Begini kata Korban Pengendara terkait Dugaan Pungli Oknum Lantas SBY

Reporter : Redaksi

Headlines

Rabu, 3 Juni 2026

Waktu baca 2 menit

Begini kata Korban Pengendara terkait Dugaan Pungli Oknum Lantas SBY

Siginews.com-‎Surabaya – Polemik dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama salah satu anggota Satlantas Polres pelabuhan tanjung perak Surabaya dalam proses mediasi kecelakaan lalu lintas di Pos Polantas Perak Barat mendapat tanggapan dari pihak yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut, Rabu (03/06/2026).

‎M.Agus sebagai orang tua kandung Moch Asrulloh Afandi, selaku pengendara yang terlibat dalam kecelakaan dan pihak yang memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada korban untuk perbaikan kendaraan.

‎Menurutnya, dana tersebut merupakan bentuk tali asih yang diberikan berdasarkan kesepakatan damai kedua belah pihak.

‎”Saya tegaskan bahwa uang Rp1 juta itu adalah uang tali asih kepada korban untuk perbaikan motor sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Hal itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai yang disepakati bersama,” ujar Moch Asrulloh Afandi.

‎Ia menjelaskan, setelah terjadi kecelakaan, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai tanpa melanjutkan persoalan ke proses hukum. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani masing-masing pihak sebagai bentuk penyelesaian secara musyawarah.

‎Menurut Moch, tidak ada paksaan maupun permintaan dari anggota kepolisian terkait pemberian uang tersebut. Seluruh proses mediasi berlangsung atas dasar kesepakatan kedua pihak yang ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

‎”Uang itu bukan untuk petugas dan bukan syarat mengeluarkan kendaraan. Itu murni bentuk tali asih kepada korban untuk perbaikan sepeda motor yang sudah menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian antara kami,” tegasnya.

‎Ia juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang mengarah pada dugaan pungli tanpa mengonfirmasi secara utuh kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses perdamaian tersebut.

‎”Fakta yang sebenarnya adalah uang itu merupakan bagian dari kesepakatan damai yang dibuat secara sukarela dan dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai, bukan permintaan dari petugas maupun bentuk pungutan liar.” pungkasnya.

 

(Anggr/Editor Aro)

#Dugaan kasus pungli

#Jawa Timur

#Kasus pungli

#Klarifikasi

#Surabaya

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.