Dampak Indonesia Bergabung dalam Board of Peace di Swiss
Reporter : Editor 02
Bisnis
Sabtu, 24 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Board of Peace Charter di Davos dinilai mendorong manuver diplomatik tingkat tinggi yang diprediksi akan mengubah posisi Indonesia di mata negara-negara Timur Tengah.
Partisipasi Indonesia dalam badan internasional pengawas Gaza ini membawa dampak signifikan terhadap hubungan bilateral dan multilateral RI di kawasan tersebut.
Berikut adalah analisis dampaknya:
1. Memperkuat Posisi RI sebagai Pemimpin Dunia Islam yang Moderat
Dukungan Indonesia terhadap Palestina kini masuk ke level teknis operasional, bukan lagi sekadar retorika politik.
Hal ini diprediksi akan meningkatkan kepercayaan negara-negara Arab terhadap kepemimpinan Indonesia.
Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, posisi Indonesia di BoP menjadi representasi suara dunia Islam yang moderat dan stabil di tengah dinamika Timur Tengah yang sering kali terpolarisasi.
2. Menjadi Penyeimbang Pengaruh di Antara Negara Besar
Inisiatif BoP yang didorong oleh Amerika Serikat namun didukung oleh resolusi PBB menempatkan Indonesia pada posisi unik. Indonesia dapat menjadi “jembatan” antara kepentingan Barat (AS dan sekutunya) dengan aspirasi negara-negara kunci di kawasan seperti Arab Saudi, Mesir, dan Qatar. Kehadiran RI berfungsi sebagai penjamin bahwa kepentingan negara-negara Arab terhadap kedaulatan Palestina tetap terjaga dalam skema rekonstruksi yang diawasi dunia internasional.
3. Meningkatkan Bargaining Power (Posisi Tawar) Ekonomi
Melalui Board of Peace bakal membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas. Dengan peran aktif dalam rekonstruksi Gaza, perusahaan-perusahaan konstruksi, logistik, dan layanan kesehatan dari Indonesia berpeluang besar terlibat dalam proyek-proyek internasional.
4. Menjaga Konsistensi Solusi Dua Negara
Salah satu dampak diplomatik paling krusial adalah kemampuan Indonesia untuk melakukan intervensi kebijakan dari dalam sistem. Di Timur Tengah, konsistensi terhadap Two-State Solution adalah harga mati.
Dengan bergabung di BoP, harapan Indonesia memastikan bahwa transisi administrasi di Gaza tidak melenceng menjadi aneksasi terselubung, sehingga menjaga kredibilitas diplomasi Indonesia di mata Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Tantangan ke Depan
Meski berdampak positif, para pengamat menilai Indonesia harus jeli menavigasi friksi internal di Timur Tengah. Indonesia dituntut untuk tetap Non-Blok dalam persaingan pengaruh antar-kekuatan regional sambil tetap fokus pada mandat kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Penandatanganan piagam ini secara resmi telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat gravitasi baru dalam diplomasi perdamaian Timur Tengah dalam politik luar negeri Indonesia saat ini.
(Editor Aro)
#Anggota Board of Peace
#Board of Peace Charter
#Dampak bergabung menjadi anggota board of peace
#Indonesia
#Piagam perdamaian gaza
#Presiden Prabowo



Berita Terkait

Prediksi Portugal vs Irlandia: Mampukah Ronaldo Pimpin Pesta Gol?
Internasional.Sabtu, 11 Oktober 2025

Nenek Masruroh Ditagih PLN Rp 12,7 Juta, FRMJ Galang Bantuan
Jawa Timur.Rabu, 30 April 2025

Setan Merah MU Tiba di Kuala Lumpur, Tantang ASEAN All-Star Malam ini
Nasional.Rabu, 28 Mei 2025

Karnaval Walikota Se-Indonesia Ajang Pamerkan Keberagaman Nusantara
Headlines.Sabtu, 10 Mei 2025

