Reporter : Redaksi
Bisnis
Kamis, 21 Mei 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjamin keandalan ketertelusuran standar pengukuran nasional telah setara secara internasional demi mendongkrak daya saing ekspor produk komoditas dalam negeri. Penegasan ini guna menyokong kebijakan hilirisasi industri dan transformasi ekonomi digital, sekaligus memastikan produk manufaktur Indonesia memenuhi spesifikasi global dan terhindar dari hambatan teknis perdagangan.
Langkah strategis penguatan ekosistem industri dan ekspor tersebut dipaparkan secara komprehensif dalam Webinar Hari Metrologi Sedunia 2026 bertema “Metrology: Building Trust in Policy Making” yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026).
Melalui momentum ini, BSN mengingatkan pentingnya akurasi data metrologi karena kebijakan publik serta penguatan kualitas produk nasional berisiko lemah jika dibangun di atas data pengukuran yang tidak andal.
“Kepercayaan publik terhadap suatu kebijakan dibangun dari kualitas data yang digunakan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Karena itu, hasil pengukuran yang akurat, tertelusur, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Sekretaris Utama BSN, Donny Purnomo.
Guna merealisasikan jaminan tersebut, BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU)—selaku National Metrology Institute (NMI) di Indonesia—terus memperkuat sinkronisasi sistem ke Sistem Satuan Internasional (SI).
Hasilnya, saat ini Indonesia telah mengantongi 164 kemampuan pengukuran dan kalibrasi atau Calibration and Measurement Capabilities (CMC) yang diakui dunia internasional lewat prinsip “Once measured, accepted everywhere”.
Raihan sertifikasi kompetensi global tersebut sukses menempatkan kapabilitas metrologi Indonesia berada di peringkat tiga besar di kawasan Asia Tenggara, tepat di bawah Singapura dan Thailand. Kepercayaan pelaku pasar terhadap akurasi alat ukur BSN juga tercermin dari tren kenaikan volume operasional, di mana sepanjang tahun lalu SNSU BSN telah menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk melayani sektor industri, perdagangan, energi, hingga instansi layanan publik.
Ke depan, BSN memastikan penguatan ketertelusuran industri nasional ini akan diintegrasikan secara masif ke dalam program prioritas pemerintah. Melalui koordinasi strategis bersama Kementerian PPN/Bappenas, pengembangan infrastruktur metrologi nasional dipastikan bakal diselaraskan langsung ke dalam draf target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Selain menyasar komoditas ekspor konvensional, penyesuaian kalibrasi internasional kini mulai diperluas ke sektor transisi energi. SNSU BSN dilaporkan telah memegang kemampuan pengukuran tingkat konsentrasi emisi kendaraan, cerobong pabrik, hingga sebaran gas rumah kaca yang diakui secara global guna mendukung kebijakan pembangunan hijau berkelanjutan.
(Editor Aro)
#Badan standarisasi nasional
#BSN
#Ekonomi
#Ekspor
#Hari Metrologi Sedunia 2026
#Standar mutu




Headlines.Minggu, 6 April 2025

Headlines.Selasa, 20 Agustus 2024

Headlines.Selasa, 5 November 2024

Banyuwangi.Rabu, 25 September 2024