Dua KK Terdampak Longsor Wonosalam akan Direlokasi ke Hunian Tetap
Reporter : Redaksi
Jawa Timur
Sabtu, 25 Januari 2025
Waktu baca 2 menit

Jombang – Pemerintah menjanjikan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban terdampak tanah longsor di Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Proses pemberian bantuan sedang diupayakan dan akan segera direalisasikan.
Menurut Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak saat ini berada di pengungsian sementara di Balai Desa Sambirejo.
Korban terdampak tanah longsor di Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang dijanjikan Hunian Tetap (Huntap). Pemberian bantuan tengah digodok pemerintah dan akan segera direalisasikan.
Sedangkan untuk penanganan selanjutnya, warga terdampak akan dimasukkan dalam bagian dari yang pindah ke Huntap. Bergabung dengan korban tanah gerak yang yang terjadi di Tahun 2024.
“Yang lalu 12 KK ditambah 2 KK jadi totalnya ada 14 KK,” ucap Teguh Narutomo dalam pesan ditulis wartawan, Sabtu (25/1/2025).
Walaupun sempat ada penolakan dari warga untuk direlokasi, pihaknya tetap menghormati dan tidak memaksakan pilihan warga. Namun pihaknya tetap menginformasikan potensi bahaya yang sebelumnya sudah pernah kita prediksi.
“Kalau melihat struktur tanahnya potensi longsor tetap ada, untuk antisipasi akan tetap koordinasi dengan Basarnas Kabupaten maupun Provinsi,” terangnya.
Sementara, Pelaksana harian (Plh) Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa F. Dias Quintas mengatakan bersyukur atas keberhasilan mengevakuasi seluruh korban, yakni 2 korban yang tertimbun longsoran. Langkah selanjutnya untuk mengurus korban yang selamat.
Menurut Wiku untuk warga terdampak tanah longsor dari koordinasi dengan pemerintah Desa, sudah ditampung di Kantor Desa dan juga kebutuhan sudah dicukupi oleh tim Tagana.
Melihat kondisi beberapa rumah sekitar lokasi terdampak tanah longsor. Dipastikan penghuninya tidak akan menempati kembali lokasi tersebut.
“Rumah disekitar longsoran sudah tidak berpenghuni karena kondisinya rawan. Mereka juga sudah dimasukkan daftar untuk direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap),” ungkap Wiku.
Memang diakuinya, sebelum kejadian tanah longsor warga sempat menolak untuk direlokasi. Setelah kejadian, Wiku memastikan jika warga terdampak sudah menginginkan pindah ke Huntap yang sudah pihaknya sediakan.
Sebelumnya, warga memang sempat menolak relokasi. Akan tetapi, pasca longsor, Wiku memastikan bahwa warga terdampak telah bersedia pindah ke Huntap yang sudah disediakan. (Pray/Aro)
#Bencana tanah longsor
#BPBD Jombang
#Hunian tetap
#Huntap
#Longsor wonosalam
#Pemkab Jombang
#pj bupati Jombang
#Tanah longsor



Berita Terkait

Ini Kerja sama Indonesia-Malaysia di Sektor Energi dan Sawit
Headlines.Selasa, 28 Januari 2025

PLN Jatim Gelar Apel Siaga Kelistrikan Jelang Nataru 2024-2025
Headlines.Kamis, 5 Desember 2024

Musala Ambruk: 34 Korban Dirawat di RSUD Notopuro, Berikut Namanya
Headlines.Selasa, 30 September 2025

Pesan Khofifah di Makam Bung Karno dalam Peringatan Hari Jadi Jatim
Daerah.Kamis, 9 Oktober 2025

