Reporter : Editor 01
Bisnis
Selasa, 26 Mei 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Harapan pasar global akan berakhirnya konflik tiga bulan di Timur Tengah secara cepat kembali pupus usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengulangi tuntutannya agar Iran segera menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya untuk dihancurkan.
Prasyarat ketat ini menjadi ganjalan utama di saat kesepakatan damai komprehensif belum tercapai, sekaligus memicu keraguan baru di kalangan analis bahwa proses negosiasi berisiko runtuh di saat-saat terakhir.
Dampak langsung dari mandeknya komitmen politik tersebut, ditambah aksi militer AS yang meluncurkan serangan defensif di Iran selatan serta serangan Israel terhadap Hizbullah, langsung memicu gejolak baru di pasar komoditas.
Harga minyak mentah Brent berjangka dalam perdagangan Asia pada Selasa (26/5/2026) terpantau melesat lebih dari 2 persen atau naik USD 1,98 ke level USD 98,12 per barel, memperlebar selisih harga dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang tertahan di posisi USD 91,79 per barel.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengonfirmasi pada Selasa bahwa proses diplomasi dengan Teheran dipastikan berjalan alot.
“Negosiasi kesepakatan dengan Iran dapat membutuhkan waktu beberapa hari,” ungkap Rubio, mendinginkan optimisme pasar yang sempat melambung pasca dibukanya pembicaraan bilateral di Doha, Qatar.
Hingga saat ini, perang telah mencekik jalur logistik energi dunia karena Teheran secara efektif menghentikan hampir semua pengiriman kapal non-Iran melalui Selat Hormuz. Pemblokiran sepihak tersebut menyumbat sekitar seperlima dari total aliran minyak dan gas alam cair (LNG) global, hingga menjebak puluhan kapal tanker termasuk pasokan gas menuju Pakistan, Tiongkok, dan India selama hampir tiga bulan terakhir.
Padahal, draf nota kesepahaman yang dimediasi oleh Perdana Menteri Qatar awalnya menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan laporan Nikkei dari sumber diplomatik Timur Tengah, kesepakatan awal tersebut mencakup pemberian waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merumuskan perjanjian akhir, di mana Iran bersedia membersihkan ranjau dari Selat Hormuz dalam waktu 30 hari agar kapal dagang internasional dapat kembali berlayar bebas tanpa kutipan biaya transit.
Meski sinyal pembukaan jalur logistik sempat direspons positif oleh para pelaku industri, pasar kini kembali bersikap defensif dan ekstra waspada. Desakan keras Donald Trump terkait isu nuklir Iran dinilai menjadi pembuktian bahwa jalan menuju gencatan senjata permanen masih sangat rentan.
Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, mengingatkan bahwa sentimen ketidakpastian ini adalah pengingat tajam bagi industri bahwa kesepakatan perdamaian di Timur Tengah rawan gagal total, berkaca pada lima kegagalan upaya serupa sebelumnya.
(Editor Aro)
#Donald trump
#Harga minyak dunia
#Konflik Timur Tengah
#Perang AS Israel Vs Iran




Jawa Timur.Senin, 16 Juni 2025

Headlines.Kamis, 11 Desember 2025

Headlines.Senin, 10 November 2025

Headlines.Sabtu, 21 Februari 2026