Reporter : Sigit P
Bisnis
Senin, 22 Juni 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Nusa Dua – Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) berkomitmen penuh memperkuat sistem akreditasi terhadap lembaga sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Isu ini menjadi salah satu fokus perbincangan utama dalam forum tahunan Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) Annual Meeting 2026 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Senin (22/6/2026).
“Keberlanjutan tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus dapat dibuktikan. Karena itu, dibutuhkan sistem penilaian kesesuaian yang kredibel dan lembaga yang kompeten untuk melakukan sertifikasi maupun verifikasi,” tegas Kepala BSN sekaligus Ketua KAN, Donny Purnomo Januardhi Effyandono, di hadapan forum.
Lanjutnya, “Akreditasi menjadi fondasi yang memastikan proses tersebut berjalan secara independen, transparan, dan dapat dipercaya.”
Langkah strategis ini ditempuh guna memperkuat kredibilitas produk, menjamin ketertelusuran rantai pasok, sekaligus menjawab tantangan regulasi ketat European Union Deforestation Regulation (EUDR) atau aturan anti-deforestasi Uni Eropa yang mewajibkan komoditas ekspor seperti kelapa sawit terbukti bebas dari perusakan hutan.
Menurut Donny, daya saing komoditas unggulan tanah air tidak lagi sekadar ditentukan oleh instrumen harga dan kualitas fisik, melainkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan. Melalui sistem akreditasi KAN yang telah terintegrasi dalam pengaturan saling pengakuan (mutual recognition arrangements) di level internasional, seluruh hasil uji laboratorium dan sertifikasi dari Indonesia otomatis diakui secara luas di luar negeri.
Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha domestik lantaran mampu memangkas hambatan teknis perdagangan, menekan biaya kepatuhan (compliance cost), serta mengeliminasi proses pengujian ulang yang berbelit di negara tujuan ekspor.
Acara akbar ini dibuka langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster bersama dengan jajaran pimpinan puncak APAC. Kehadiran para pengambil kebijakan lintas negara ini mempertegas bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci utama dalam merumuskan standardisasi infrastruktur ekonomi modern di tengah masifnya transformasi digital, kendaraan listrik, dan kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, komitmen kokoh Indonesia dalam membangun Infrastruktur Mutu Nasional terbukti membuahkan hasil yang prestisius. Berdasarkan data komparatif Global Quality Infrastructure Index (GQII) 2025, performa Indonesia menempati peringkat ke-23 global dan menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.
Bahkan pada pilar akreditasi, posisi Indonesia meraih peringkat 4 Dunia dari total 185 negara yang dievaluasi.
Meski telah mengantongi pengakuan global yang solid, Donny menggarisbawahi bahwa KAN tidak boleh berpuas diri. BSN berkomitmen untuk terus menelurkan skema akreditasi baru guna mendukung ketahanan energi, transisi hijau, hingga ekosistem ekonomi digital masa depan.
“Akreditasi bukan sekadar instrumen teknis, melainkan infrastruktur kepercayaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketika hasil pengujian, inspeksi, dan sertifikasi dipercaya secara global, produk Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk menembus pasar internasional, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat daya saing nasional,” pungkas Donny optimis.
Pertemuan bergengsi berskala internasional ini dihadiri oleh para delegasi badan akreditasi, organisasi dunia, dan pemangku kepentingan regional dengan mengusung tema besar terkait inovasi, kepercayaan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
(Editor Aro)
#Badan Standardisasi Nasional
#BSN
#ISPO
#Sertifikasi Ekspor




Ekbis.Jumat, 9 Agustus 2024

Headlines.Minggu, 26 Januari 2025

Ekbis.Kamis, 25 Juli 2024

Nasional.Senin, 29 September 2025