Ini Hasil Survei Maunya Publik Terhadap Kopdes Merah Putih
Reporter : Sigit P
Bisnis
Senin, 12 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Bogor – Citra koperasi di Indonesia mulai bergeser dari sekadar institusi simpan pinjam menjadi motor penggerak ekonomi yang kredibel.
Berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei KedaiKOPI, sebanyak 82,7 persen masyarakat menyatakan setuju dengan implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut positif hasil tersebut sebagai energi baru bagi kementeriannya.
Menurutnya, tingginya dukungan publik ini menjadi pertanda bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai solusi ekonomi lokal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu poin krusial dalam survei ini adalah pergeseran ekspektasi masyarakat. Menkop Ferry menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih harus mampu menjawab keresahan anak muda, khususnya Gen Z, yang saat ini dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja.
“Harapannya kita bisa menyasar segmen milenial dan Gen Z. Bagaimana Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Menkop Ferry saat memimpin Rapat Kerja Kemenkop di Bogor, Senin (12/1/2026).
Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, menambahkan bahwa meski stigma simpan pinjam masih kuat, masyarakat kini melihat peluang perubahan signifikan melalui program Merah Putih ini. Data menunjukkan:
– 76,1 persen masyarakat sudah mengetahui program Kopdes Merah Putih.
– 96,3 persen tingkat kepuasan di daerah yang sudah memiliki Kopdes yang berjalan.
– 70 persen responden menyadari tujuan utama koperasi adalah kesejahteraan anggota, bukan sekadar urusan kredit.
Target Operasional Maret 2026
Pemerintah tidak ingin membuang waktu. Menkop Ferry menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan sumber daya guna memastikan puluhan ribu Kopdes/Kel Merah Putih dapat beroperasi secara aktif pada Maret-April 2026.
Menkop menekankan bahwa tahun 2026 adalah tahun pertaruhan. Oleh karena itu, persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan modul peningkatan kapasitas pengurus menjadi prioritas utama agar koperasi dikelola secara profesional dan transparan.
“Publik ingin koperasi bebas dari praktik korupsi dan dikelola profesional. Memberikan harga murah dan mendukung usaha warga adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan,” tegas Hendri Satrio menutup paparan surveinya.
Sinergi untuk Transformasi Ekonomi
Raker yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dan Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Menkop Ferry berkomitmen mengawal program strategis ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat desa hingga kelurahan di seluruh Indonesia.
(Editor Aro)
#Hasil survei kopdes Merah Putih
#Kemenkop
#Kopdes Merah Putih
#Koperasi
#Menkop Ferry Juliantono



Berita Terkait

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Desa Kemiren, Ajang Promosi Adat Banyuwangi
Banyuwangi.Kamis, 7 November 2024

Hakordia 2025 Jombang: Momentum Berantas Korupsi hingga Tingkat Desa
Headlines.Selasa, 9 Desember 2025

Jatim Juara Umum Kompetisi tapi Khofifah kok Lantik 120 Kepsek Baru?
Headlines.Selasa, 25 November 2025

Nelayan Kenjeran Tak Berani Melaut Akibat Cuaca Buruk
Headlines.Rabu, 18 Desember 2024

