siginews

Intensitas Hujan Januari Melonjak 58%, Jatim Siaga Mitigasi Bencana

Reporter : Anggoro

Headlines

Senin, 12 Januari 2026

Waktu baca 2 menit

Intensitas Hujan Januari Melonjak 58%, Jatim Siaga Mitigasi Bencana

Siginews.com-Lamongan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meningkatkan status kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem di awal tahun 2026.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG Juanda, intensitas hujan di bulan Januari diperkirakan melonjak drastis hingga 58 persen, meningkat tajam dari bulan Desember lalu yang berada di angka 20 persen.

“Januari merupakan periode dengan potensi curah hujan tertinggi. Data menunjukkan kenaikan signifikan sebelum nantinya diprediksi menurun pada Februari,” ungkap Gubernur Khofifah saat meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026).

Merespons lonjakan intensitas hujan tersebut, Pemprov Jatim telah mengambil langkah proaktif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan sejak Desember 2025.

Teknologi ini digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan curah hujan agar risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dapat diminimalisir.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan. Ini adalah bentuk ikhtiar lahir yang terus kami iringi dengan doa dan kerja nyata di lapangan,” tegas Khofifah.

Dalam kunjungannya ke Desa Laladan, Gubernur Khofifah didampingi Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., untuk memastikan penanganan 538 rumah warga yang terdampak banjir di empat desa (Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan) berjalan optimal.

Selain menyerahkan sembako, Gubernur juga memastikan penyaluran kebutuhan non-pangan dan perlengkapan operasional lapangan, meliputi:

– Selimut dan sandang bagi warga.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

– Perlengkapan makanan.

– Sepatu boots untuk mendukung mobilitas warga dan petugas di area genangan.

 

Hingga laporan ini diturunkan, kondisi banjir di Kecamatan Deket dilaporkan masih dalam kondisi stabil. Pemprov Jatim mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian ini.

Meski demikian, Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat puncak musim hujan masih berlangsung. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan distribusi bantuan dan pendampingan masyarakat tetap memadai di tengah potensi cuaca ekstrem.

 

(Editor Aro)

#Banjir

#Bantuan bencana

#Cuaca ekstrem

#Gubernur Khofifah

#Mitigasi Bencana

#OMC

#Operasi Modifikasi Cuaca

#Pemprov Jatim

#Puncak musim hujan

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.