Intip Bocoran Penilaian Menkop untuk Kelanjutan Pendamping Kopdes 2026
Reporter : Sigit P
Jawa Timur
Senin, 29 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberikan sinyal bahwa keberlanjutan kontrak dan program para pendamping atau Business Assistant (BA) Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih untuk tahun 2026 sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja akhir tahun ini.
Dalam pengarahan virtual yang digelar Senin (29/12/2025), Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa laporan kinerja selama tiga bulan terakhir akan menjadi basis penilaian utama bagi kementerian dalam mempertimbangkan kelanjutan tugas para BA.
“Kami harap para BA di seluruh wilayah Indonesia membuat laporan yang akan dijadikan sebagai basis penilaian. Mudah-mudahan laporan Bapak/Ibu semua dapat menjadi masukan penting bagi kami untuk pertimbangan mendalam terkait tahun 2026,” tegas Menkop Ferry di hadapan ribuan BA dan jajaran Kepala Dinas Koperasi seluruh Indonesia.
Ujung Tombak Program Strategis
Menkop menjelaskan bahwa para BA adalah faktor krusial yang menentukan keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih, yang telah ditetapkan Presiden sebagai Program Unggulan Strategis Nasional.
Kualitas pendampingan dinilai menjadi kunci agar koperasi desa mampu bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi baru yang modern dan produktif.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 7.894 BA telah terlibat dalam berbagai proses pendampingan, mulai dari penyusunan rencana bisnis hingga percepatan pembangunan fisik aset koperasi.
“Kopdes ini harus keren, modern, dan menjadi legacy bagi kita semua. Mari kita songsong 2026 dengan kinerja yang berintegritas,” tambah Ferry.
Desakan Keberlanjutan dari Daerah
Meski keberlanjutan program masih dalam tahap evaluasi, aspirasi agar program BA tetap dipertahankan muncul kuat dari daerah.
Kepala Dinas Koperasi Sumatra Utara, Naslindo, berharap pendampingan tetap dilanjutkan, terutama untuk membantu 380 koperasi di wilayahnya yang terdampak bencana dengan kerugian mencapai Rp31 miliar.
Senada dengan itu, perwakilan BA dari Kabupaten Cilacap, Abi Legowo, mengungkapkan bahwa kehadiran pendamping terbukti memberikan dampak positif nyata. Di wilayahnya, Kopdes dampingan sudah mampu berkolaborasi dengan BUMN seperti Pertamina untuk suplai gas hingga layanan perbankan Himbara.
“Pengurus merasa sangat terbantu dengan keberadaan BA sebagai jembatan informasi dengan pemangku kepentingan. Kami berharap program ini dapat diteruskan pada 2026,” ujar Abi.
Kemenkop kini tengah mempercepat pengawasan pembangunan fisik berupa gudang dan gerai agar target operasionalisasi Kopdes Merah Putih pada Maret-April 2026 tetap terwujud, sembari menuntaskan evaluasi menyeluruh terhadap ribuan tenaga pendamping tersebut.
(Editor Aro)
#Kemenkop
#Kopdes Merah Putih
#Koperasi Merah Putih
#Menkop Ferry Juliantono
#Pendamping koperasi



Berita Terkait

H-7 Demo, Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat Pindah
Headlines.Selasa, 26 Agustus 2025

Pembangunan Jalan di Jombang Capai 70%, 24 Proyek Sudah Rampung
Jawa Timur.Minggu, 7 September 2025

Bajul Ijo Tutup Putaran Pertama dengan Manis! Bungkam Malut United 2-1
Headlines.Senin, 12 Januari 2026

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara KPU Surabaya Terbuka Untuk Umum
Headlines.Senin, 2 Desember 2024

