Reporter : Anggoro
Headlines
Kamis, 2 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Akhir pemulangan jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat menyiapkan langkah strategis untuk musim haji berikutnya.
Kemenhaj kini tengah menggodok pemanfaatan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M guna mengatasi keterbatasan operasional di Bandara Juanda.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan memaparkan langkah alternatif operasional yang lebih efisien terkait penerbangan haji di Embarkasi Surabaya masih menghadapi tantangan teknis. Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar tipe Boeing 777-300 secara optimal untuk rute jarak jauh tersebut.
Akibatnya, penerbangan dari Juanda masih harus menggunakan armada Airbus A330-300 yang memerlukan technical landing (pendaratan teknis) untuk pengisian bahan bakar, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Proses transit tambahan ini berdampak langsung pada membengkaknya biaya operasional penerbangan.
“Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal,” jelas Ian dalam Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji yang digelar di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Rencana tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI Moch. Irfan Yusuf, serta dihadiri jajaran pimpinan Kemenhaj, Pemprov Jawa Timur, Pemkab Kediri, Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, dan pemangku kepentingan terkait.
Menhaj Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan matang sejak dini sangat krusial agar setiap kebijakan yang diambil berorientasi penuh pada efisiensi dan kemaslahatan jemaah.
“Yang kita bangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem pelayanan haji yang semakin baik. Seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan haji 2027 menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, lebih efisien, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Irfan Yusuf.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’Adul Anam, memproyeksikan Embarkasi Dhoho nantinya akan melayani sekitar 10.548 jemaah.
Jumlah tersebut mencakup jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, serta usulan penambahan jemaah dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.
“Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho dibandingkan jika harus ke Embarkasi Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur,” pungkas Anam.
(Editor Aro)
#Bandara Dhoho Kediri
#Embarkasi haji 2027
#Haji 2027
#Kemenhaj




Headlines.Sabtu, 29 Maret 2025

Ekbis.Rabu, 21 Agustus 2024

Bisnis.Sabtu, 23 Agustus 2025

Nasional.Kamis, 7 Agustus 2025