Kami Diam, Pati Bisa Lebih Dulu Alami Bencana Sumatra kata Gunretno
Reporter : Editor 02
Daerah
Jumat, 5 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Semarang – Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) sekaligus tokoh adat suiku Samin, Gunretno, angkat bicara setelah dirinya dilaporkan ke polisi atas tuduhan menghalangi kegiatan usaha pertambangan berizin di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Gunretno dipanggil oleh Polda Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan pada Kamis (4/12/25) berdasarkan laporan yang teregister sejak 18 November 2025.
Gunretno menegaskan bahwa penolakannya terhadap aktivitas pertambangan galian C, baik yang berizin maupun ilegal, didasari oleh kekhawatiran serius terhadap potensi bencana ekologis.
Sebelum diperiksa, ia menyampaikan penolakan keras tersebut telah ia suarakan sejak lama.
Ia khawatir bahwa bencana ekologis yang pernah melanda Pulau Sumatra akan terulang di Pati jika penambangan di Pegunungan Kendeng terus dibiarkan.
“Sejak dulu saya tidak setuju dengan tambang. Jangan sampai terjadi bencana seperti di Sumatra,” ujar Gunretno dalam sebuah video, Jumat (5/12/25).
Membela Lingkungan Demi Petani
Gunretno menilai, jika bukan karena peran aktif masyarakat dan aktivis dalam mengingatkan bahaya penambangan masif, peristiwa buruk bisa lebih dahulu terjadi di Jawa Tengah.
“Mungkin kalau sejak awal kami tidak mengingatkan, peristiwa seperti di Sumatra bisa lebih dulu terjadi di Pati,” katanya.
Gunretno juga mendesak pemerintah dan kepolisian untuk membuka data dan meninjau kembali dampak komprehensif dari penambangan di kawasan tersebut.
Ia menyoroti bahwa kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap sektor pertanian tidak dapat dianggap remeh.
“Dampak tambang terhadap pertanian itu nyata dan harus dipikirkan bersama. Jangan hanya memperkaya diri tetapi merusak sumber daya alam. Polisi dan pemerintah harus melihat persoalan ini secara utuh,” ujarnya.
Meski data Dinas ESDM menyebut sedikitnya 17 tambang beroperasi di Pati bagian selatan (empat di antaranya berizin), aktivitas pertambangan dinilai tetap menimbulkan kerusakan lingkungan yang nyata.
Daerah tersebut diketahui menjadi langganan banjir dan longsor saat musim hujan, serta menghadapi kekeringan parah saat kemarau yang disinyalir kuat sebagai dampak dari penambangan galian C.
(Editor Aro)
#Aksi tolak tambang
#Gunretno
#Jawa Tengah
#Lingkungan
#semarang
#Tambang
#Tokoh Samin Gunretno
#Tolak tambang



Berita Terkait

Semi Final Piala Teluk Arab : Oman VS Arab Saudi Malam Ini Pukul 21.30
Headlines.Selasa, 31 Desember 2024

THR Idul Fitri Guru di Jawa Timur Cair Rp 412,6 Miliar
Headlines.Minggu, 30 Maret 2025

Cukup Rp500 Pakai QRIS, Bisa Nikmati Wisata Murah di Surabaya
Bisnis.Selasa, 30 Desember 2025

Pedagang dan Pengunjung Sambut Hangat Risma di Pasar Gorang Gareng
Daerah.Rabu, 20 November 2024

