Mau UMKM Anda Naik Kelas? Ikuti Jejak 119 UMKM yang Sukses Raih SNI
Reporter : Sigit P
Bisnis
Selasa, 3 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Badan Standardisasi Nasional (BSN) melaporkan sebanyak 119 UMKM telah berhasil meraih sertifikat SNI sepanjang tahun 2025 melalui program pendampingan intensif.
Kesuksesan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lebih dari 30 juta pelaku UMKM di Indonesia untuk mulai memandang standar bukan sebagai beban, melainkan sebagai alat strategis untuk menembus pasar global.
Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menegaskan bahwa penerapan SNI adalah kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM. Hal ini disampaikan dalam acara Talk Show UMKM dan Penyerahan Sertifikat SNI di Kantor BSN, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
“Sertifikasi SNI menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang akses pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global,” ujar Kristianto.
Menurutnya, produk yang sudah ber-SNI memiliki jaminan mutu, keamanan, dan kelayakan yang diakui secara resmi, sehingga pelaku usaha lebih percaya diri saat bersaing dengan produk impor.
Pencapaian 119 UMKM tersebut merupakan buah dari program Bootcamp SNI Bina UMK yang diinisiasi BSN. Sepanjang 2025, program ini menjaring 1.033 unit usaha, di mana 361 di antaranya mendapatkan gap analysis dan pendampingan khusus hingga akhirnya berhasil lolos sertifikasi.
Pada kesempatan yang sama, BSN menyerahkan secara resmi sertifikat SNI kepada 29 UMKM asal wilayah Jabodetabek. Program fasilitasi ini merupakan hasil sinergi lintas sektor antara BSN, Kementerian UMKM, serta pemerintah daerah setempat.
Berdasarkan data terbaru (31 Oktober 2025), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 30,19 juta unit. Sebaran terbesar berada di:
– Jawa Barat: 5,4 juta unit
– Jawa Timur: 4,58 juta unit
– Jawa Tengah: 4,45 juta unit
Mengingat jumlah populasi yang besar, BSN berkomitmen untuk terus menyederhanakan proses sertifikasi sesuai arahan Presiden RI guna memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha kecil.
“Sertifikat ini bukan sekadar dokumen, melainkan pengakuan atas komitmen menjaga konsistensi produk sesuai standar nasional. Kami ingin SNI menjadi instrumen transformasi ekonomi yang inklusif,” tegas Kristianto.
Ke depan, BSN menargetkan lebih banyak UMKM dari berbagai wilayah, termasuk Papua dan daerah pinggiran lainnya, untuk ikut serta dalam pembinaan standar ini agar pemerataan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi kerakyatan dapat segera terwujud.
(Editor Aro)
#Badan Standardisasi Nasional
#Sertifikasi SNI
#SNI
#UMKM



Berita Terkait

Secercah Asa Sepinya Lembaga Pendidikan: Berkhidmadnya Kepala Sekolah
Headlines.Rabu, 16 April 2025

Tiket Mudik Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan, Baca Tanggalnya Disini!
Bisnis.Jumat, 23 Januari 2026

Presiden Jokowi Buka PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024
Headlines.Selasa, 10 September 2024

Pelindo Marine Service Gelar Donor Darah di Kapal Rumah Sakit Terapung
Headlines.Jumat, 12 Juli 2024

