Reporter : Anggoro
Headlines
Kamis, 9 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-FIFA World Cup 2026 – Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, pasang badan membela kinerja perangkat pertandingan usai tim nasional Mesir melayangkan protes keras dan tuduhan menyusul kekalahan 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Collina menegaskan bahwa korps baju hitam bekerja dengan independensi penuh dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun.
“Diskusi konstruktif tentang keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita,” cetus Collina dalam wawancara di situs resmi FIFA, Kamis (9/7/2026).
Menanggapi tudingan miring tersebut, Collina mengecam keras pihak-pihak yang mempertanyakan kejujuran para wasit karena dinilai bisa memicu ancaman keselamatan bagi korps wasit dan keluarga mereka.
“Tidak ada yang bisa mempertanyakan integritas para wasit Piala Dunia FIFA. Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa wasit FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA (Gianni Infantino) sekalipun,” lanjutnya.
Persoalan ini mencuat usai kubu Mesir meradang karena merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan pengadil lapangan. The Pharaohs yang sempat memimpin 2-0 harus tersingkir secara dramatis setelah Argentina membalikkan keadaan melalui gol penentu kemenangan Enzo Fernandez di menit-menit akhir pertandingan.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menuduh adanya tekanan terselubung terhadap wasit demi meloloskan Argentina. Asosiasi Sepak Bola Mesir juga merilis pernyataan resmi yang mempertanyakan konsistensi dan keadilan keputusan yang dinilai berdampak langsung pada hasil laga.
Bedah Kontroversi VAR dan Mohamed Salah
Kubu Mesir setidaknya menyoroti dua momentum krusial. Pertama, dianulirnya gol Mostafa Zico di babak kedua karena dianggap terjadi pelanggaran dalam prosesnya.
Kedua, dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah oleh Julian Alvarez yang diabaikan wasit, tepat sebelum Argentina melancarkan serangan balik yang berbuah gol penentu kemenangan.
Collina menjelaskan bahwa pembatalan gol Mostafa Zico oleh Video Assistant Referee (VAR) sudah sepenuhnya akurat. Rekaman video menunjukkan gelandang Mesir, Marwan Attia, secara jelas melanggar bek Argentina, Lisandro Martinez, dalam fase membangun serangan.
“Kami percaya bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah itu tampak ‘jelas’ atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR wajib turun tangan,” terang pria asal Italia itu.
Terkait insiden yang menimpa Mohamed Salah di area terlarang, Collina menyatakan baik wasit utama maupun tim VAR sepakat bahwa kejadian itu bukanlah sebuah pelanggaran, melainkan duel fisik yang wajar dalam sepak bola.
“Menginjak kaki lawan adalah pelanggaran, sedangkan seorang bek yang menyentuh bola terlebih dahulu dan kemudian melakukan kontak sepak bola normal tidak melakukan pelanggaran,” pungkas Collina seraya menegaskan kepuasan FIFA terhadap penerapan standar VAR sepanjang turnamen ini.
(Editor Aro)
#Argentina Vs Mesir
#FIFA World Cup 2026
#Kontroversi Argentina Vs Mesir
#Pierluigi Collina
#Wasit FIFA




Daerah.Sabtu, 27 Juli 2024

Headlines.Jumat, 3 Januari 2025

Headlines.Selasa, 27 Agustus 2024

Headlines.Kamis, 24 Oktober 2024