Reporter : Sigit P
Headlines
Selasa, 17 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik Lebaran 1447 H diminta untuk tetap waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini bahwa periode puncak musim hujan masih akan berlangsung hingga Maret 2026, bertepatan dengan masa angkutan Lebaran.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa meskipun intensitas hujan diprediksi mulai melandai setelah Februari, potensi hujan lebat masih sangat tinggi di sejumlah wilayah strategis.
“Saat ini kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari – Februari. Hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Faisal dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Kamis (13/2).
Berdasarkan data BMKG, pada Februari 2026, curah hujan kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga Maret 2026, dengan penambahan wilayah Papua Tengah yang juga berpotensi mengalami hujan ekstrem.
BMKG secara khusus menyoroti potensi peningkatan curah hujan pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026. Fenomena atmosfer seperti Monsun Asia dan Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi tetap aktif, yang dapat memicu munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.
Selain hujan lebat, pemudik di wilayah pesisir diimbau mewaspadai potensi banjir rob pada pertengahan Maret.
Kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 diperkirakan akan meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan.
Bagi pemudik yang menggunakan jalur udara, BMKG memberikan catatan khusus mengenai potensi awan Cumulonimbus (CB) di jalur penerbangan Sumatera Barat, Kalimantan, hingga Papua.
“Dampak yang perlu diwaspadai adalah turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta wind shear di area bandara,” tambahnya.
Guna menjamin keselamatan Angkutan Lebaran 2026, BMKG telah menyiagakan posko di 38 provinsi serta bergabung dalam posko gabungan di 13 pelabuhan dan 96 bandara.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dilaksanakan secara situasional untuk menekan risiko bencana di wilayah rawan.
Meski secara umum cuaca periode Idul Fitri 2026 diprakirakan relatif kondusif untuk mobilitas massal, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi, atau menghubungi Call Center 196.
#BMKG
#Curah hujan
#Info Mudik Lebaran
#Lebaran
#Mudik
#Prakiraan cuaca
#Ramadan




Daerah.Minggu, 17 Agustus 2025

Headlines.Sabtu, 2 November 2024

Bisnis.Jumat, 10 Oktober 2025

Daerah.Selasa, 21 Oktober 2025