Reporter : Editor 02
Bisnis
Jumat, 17 Juli 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Jakarta – Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu gejolak geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan arah suku bunga membuat investor harus ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan. Menghadapi situasi pasar yang fluktuatif ini, DBS Chief Investment Office (CIO) merekomendasikan investor untuk melirik aset emas serta saham Asia di luar Jepang pada kuartal III-2026.
Rekomendasi tersebut diungkap dalam ajang diskusi lintas disiplin DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World yang digelar PT Bank DBS Indonesia di Jakarta.
Dalam portofolio kuartal ini, DBS CIO menyarankan peningkatan alokasi pada saham Asia (di luar Jepang), obligasi korporasi negara maju, emas, serta aset swasta dan dana lindung nilai (hedge funds).
Sementara itu, DBS mengambil posisi netral pada saham global, pasar saham AS dan Jepang, serta obligasi pemerintah negara maju, sembari memangkas eksposur pada saham Eropa, obligasi emerging markets, dan kas.

Secara khusus, instrumen emas dinilai masih memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk jangka panjang. “Emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai yang didukung prospek jangka panjang di tengah risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan tren dedolarisasi global,” tulis hasil analisis investasi DBS.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menjelaskan bahwa DBS Insights Forum 2026 ini dirancang khusus untuk memandu nasabah private dan priority banking mengelola asetnya di tengah dinamika multipolar.
“Dengan menyajikan beragam perspektif, forum ini diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangkan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan,” ujar Lim Chu Chong.
Sejalan dengan dinamika tersebut, Bank DBS Indonesia turut memperkenalkan evolusi layanan terbaru lewat DBS Treasures Private Client. Layanan ini fokus pada pengelolaan kekayaan yang sangat personal (highly-personalized wealth management) bagi kalangan High Net Worth Individuals (HNWI).
“Pengelolaan kekayaan saat ini mencakup solusi yang sangat dipersonalisasi seperti yang kami lakukan dengan produk KPD (high-touch relationship model), layanan corporate wealth management, hingga persiapan suksesi keluarga dengan mempersiapkan generasi penerus lewat pengalaman kerja nyata,” sambung Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom.
Di tengah ketatnya persaingan pasar keuangan, lini bisnis kemakmuran (wealth management) Bank DBS Indonesia sukses mencatatkan pertumbuhan solid sepanjang semester I-2026.
Tercatat, dana kelolaan atau Total Assets Under Management (AUM) untuk DBS Treasures Private Client tumbuh pesat hingga 13% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka rata-rata AUM per nasabah juga terkerek naik sebesar 15%.
Pertumbuhan dana kelolaan ini ikut mendongkrak total pendapatan (total income) perusahaan sebesar 34%, ditopang oleh kenaikan Investment Fee Income yang melesat 65%, serta laba bersih setelah pajak (NPAT) yang tumbuh kokoh sebesar 24%.
Atas performa mentereng dan konsistensi layanannya tersebut, Bank DBS Indonesia baru saja dinobatkan sebagai Best Private Bank Indonesia 2026 oleh FinanceAsia serta Best Priority Banking Experience 2026 oleh Asian Banking & Finance.
Forum ini menghadirkan jajaran pakar, mulai dari Founder FPCI Dino Patti Djalal hingga Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, guna mengupas arah kebijakan global, rantai pasok, hingga dampaknya terhadap iklim investasi nasional.
(Editor Aro)
#Bank DBS Indonesia
#Ekonomi
#Emas
#Investasi
#Investasi emas




Daerah.Rabu, 1 Oktober 2025

Ekbis.Senin, 13 Januari 2025

Headlines.Rabu, 2 Oktober 2024

Headlines.Selasa, 31 Desember 2024