Reporter : Sigit P
Internasional
Rabu, 24 September 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Internasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato yang provokatif dan agresif di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (23/9).
Dalam pidato berdurasi 56 menit, Trump menolak langkah-langkah sekutunya untuk mendukung negara Palestina, mendesak negara-negara Eropa untuk mengadopsi serangkaian tindakan ekonomi yang sama yang ia usulkan terhadap Rusia untuk memaksa diakhirinya perang di Ukraina.
Pernyataan Kontroversial di Panggung Dunia
Pidato Trump didominasi oleh dua isu besar yang menjadi keluhannya: imigrasi dan perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa negara-negara harus mengadopsi tindakan keras yang ia terapkan di AS untuk mengekang migrasi massal, yang menurutnya dapat “menghancurkan” suatu bangsa.
“Saya sangat ahli dalam hal ini,” kata Trump. “Negara kalian akan hancur.”
Secara mengejutkan, Trump menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan” dan mendesak negara-negara untuk kembali bergantung pada bahan bakar fosil.
Pernyataan ini kontras dengan peringatan para ilmuwan global yang menyatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan manusia adalah nyata.
Ia bahkan mengklaim bahwa “imigrasi dan ide-ide energi bunuh diri mereka akan menjadi kematian bagi Eropa Barat.”
Selain itu, pidato Trump juga diwarnai dengan sejumlah pernyataan yang dianggap palsu dan menyesatkan. Di antaranya, ia mengklaim bahwa Walikota London Sadiq Khan ingin menerapkan “hukum syariah” dan bahwa “inflasi telah dikalahkan” di AS, meskipun data terbaru Federal Reserve menunjukkan hal sebaliknya.
Pidato ini menandai kembalinya Trump dengan gaya khasnya, yang secara rutin mengecam PBB selama masa jabatan pertamanya. Para pemimpin yang hadir memberikan tepuk tangan sopan saat ia meninggalkan ruang sidang.
(Editor Aro)
#Donald Trumph
#PBB
#Pidato Trump PBB
#Presiden Trump
#Sidang PBB ke-80
#Trump




Jawa Timur.Selasa, 29 Juli 2025

Headlines.Selasa, 15 Oktober 2024

Ekbis.Senin, 26 Mei 2025

Headlines.Senin, 16 Desember 2024