Pemprov Jatim Siapkan Rp108 M Akselerasi Pembangunan Koperasi Desa
Reporter : Sigit P
Bisnis
Rabu, 11 Maret 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Pasuruan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memacu penguatan ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Langkah strategis ini dilakukan beriringan dengan penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan melalui alokasi anggaran sebesar Rp108 miliar pada tahun 2026.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kolaborasi Koperasi Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gejugjati, Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026). Sinergi ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial RI yang bertujuan mengubah penerima bantuan sosial menjadi pelaku usaha produktif.
“Pemerintah Jawa Timur terus mendorong program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin agar dapat bertransformasi menjadi keluarga yang mandiri dan produktif,” ujar Wagub Emil.
Emil mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, sebanyak 8.494 KDKMP di Jawa Timur telah resmi berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 997 koperasi telah beroperasi dengan total 1.292 gerai usaha. Pertumbuhan anggota juga meningkat drastis dari awal pembentukan sebanyak 6.095 orang kini mencapai 157.974 orang.
Berdasarkan data per 8 Maret 2026, dari target 8.494 titik pembangunan, tercatat 774 titik telah rampung 100 persen, sementara 5.489 titik lainnya masih dalam proses pembangunan dengan rata-rata progres fisik mencapai 53,79 persen.
“Ini progres yang nyata hasil kerja keras semua pihak. KDKMP akan menjadi instrumen strategis pembangunan inklusif dan menjadi jangkar bagi kelompok usaha untuk mengakses bahan baku,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim memastikan penguatan ekonomi tetap memperhatikan kelompok masyarakat paling rentan melalui program PKH Plus. Untuk tahun 2026, anggaran sebesar Rp108 miliar disiapkan untuk 54 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori lanjut usia di atas 70 tahun.
“Setiap penerima mendapatkan bantuan Rp2 juta per tahun. Pengembangan koperasi harus berjalan beriringan dengan program pengentasan kemiskinan agar perlindungan sosial tetap terjaga,” tambahnya.
Momen yang sama, Menteri Sosial RI, M. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan bantuan pemberdayaan berupa 100 paket ayam petelur kepada keluarga penerima manfaat di Pasuruan.
Ia mendorong warga tidak hanya mengandalkan bantuan tiga bulanan, tetapi mulai mengelola usaha mandiri.
“Nanti telur yang dihasilkan bisa dijual di Koperasi Merah Putih. Dengan menjadi anggota koperasi, Bapak Ibu tidak hanya menjadi pembeli, tetapi juga pemilik yang berhak mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU),” jelas Gus Ipul.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo, sebagai bentuk komitmen lintas sektoral dalam membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa.
(Editor Aro)
#Kopdes Merah Putih
#Koperasi Merah Putih
#Menkop Ferry Juliantono
#Mensos Saifullah Yusuf
#Pemprov Jatim
#PKH
#Wagub Emil Dardak



Berita Terkait

Ultras Garuda Segel Kantor PSSI, Tuntut Revolusi Total & Pelatih Baru
Headlines.Minggu, 16 November 2025

Hujan Lebat, Petir & Angin Kencang Terjadi di Wilayah Jatim Pagi Ini
Jawa Timur.Senin, 19 Mei 2025

FKMS Laporkan Dugaan Korupsi SPAM Singosari Rp 3,5 M ke Kejati Jatim
Headlines.Rabu, 28 Mei 2025

Hipka Kahmi Jatim Gelar Muswil di Kota Probolinggo
Jawa Timur.Minggu, 28 Juli 2024

