Penyebab Skoliosis Berawal dari Hal Sepele, Kenali Yuk!
Reporter : Redaksi
Lifestyle
Minggu, 18 Januari 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Lifestyle – Skoliosis sering dibayangkan sebagai kelainan tulang belakang yang hanya disebabkan faktor bawaan atau penyakit tertentu.
Padahal, tanpa Anda sadari, kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele bisa berkontribusi memperburuk atau memicu skoliosis, terutama pada anak-anak, remaja, dan pekerja kantoran lho.
Skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf S atau C.
Pada tahap awal, skoliosis sering tidak menimbulkan nyeri, sehingga banyak orang baru menyadarinya saat kondisi sudah cukup parah.
Yuk, kenali beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, tapi jika dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi postur tulang belakang Anda.
1. Duduk dengan Posisi Tidak Tegak
Duduk membungkuk, menyandar ke satu sisi, atau menekuk badan saat menggunakan laptop atau ponsel, membuat tulang belakang Anda menerima tekanan tidak seimbang.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, postur tubuh Anda bisa berubah secara perlahan.
2. Membawa Tas di Satu Bahu
Kebiasaan membawa tas berat di satu sisi bahu, terutama pada anak sekolah dan mahasiswa, membuat otot dan tulang belakang bekerja tidak seimbang.
Lama-kelamaan, bahu bisa tampak tidak sejajar dan memengaruhi kelengkungan tulang belakang.
3. Terlalu Lama Menunduk ke Ponsel
Fenomena text neck bukan hanya menyebabkan nyeri leher, tetapi juga berdampak pada postur tubuh secara keseluruhan.
Posisi kepala yang terus menunduk memberi tekanan berlebih pada tulang belakang bagian atas.
4. Jarang Bergerak
Gaya hidup sedentari, seperti duduk berjam-jam tanpa peregangan, membuat otot penyangga tulang belakang melemah.
Otot yang lemah tidak mampu menopang tulang dengan baik, sehingga postur tubuh menjadi mudah berubah.
5. Tidur dengan Posisi yang Kurang Tepat
Tidur miring tanpa penyangga yang baik atau menggunakan bantal yang terlalu tinggi/terlalu tipis, bisa membuat tulang belakang Anda tidak berada pada posisi netral dalam waktu lama.
6. Kurangnya Aktivitas Fisik
Tidak rutin berolahraga membuat otot inti (core) dan punggung kurang kuat.
Padahal, otot-otot inilah yang berperan penting menjaga posisi tulang belakang Anda tetap lurus.
Perlu dipahami bahwa skoliosis tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan buruk.
Banyak kasus skoliosis bersifat idiopatik (penyebab tidak diketahui) atau bawaan sejak lahir.
Namun, kebiasaan sepele yang salah dapat memperparah kondisi atau mempercepat perburukan kelengkungan.
Beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:
* Biasakan duduk dan berdiri dengan postur tegak
* Gunakan tas ransel dengan dua tali dan beban seimbang
* Rutin melakukan peregangan dan olahraga ringan
* Batasi penggunaan handphone dalam posisi menunduk
* Perhatikan posisi tidur dan pilihan bantal
Skoliosis bukan hanya soal faktor genetik atau penyakit serius. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa berdampak besar pada kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.
Dengan memperhatikan postur dan gaya hidup sejak dini, risiko skoliosis dapat diminimalisir.
Ingat, perubahan besar sering dimulai dari hal-hal kecil. Jaga postur Anda mulai sekarang.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Kesehatan tulang
#Penyebab Skoliosis
#Skoliosis
#Tulang belakang



Berita Terkait

Wali Kota Eri Keluarkan SE Pencegahan Penculikan Anak, Ini Aturannya
Headlines.Jumat, 12 Desember 2025

Lahan Sempit? Berikut Tips Memulai Urban Farming di Rumah
Bisnis.Senin, 13 Oktober 2025

Bocah 7 Tahun Bojonegoro Juara Dunia Matematika, Ingin Jadi Elon Musk
Jawa Timur.Sabtu, 7 Juni 2025

Menyingkap Kisah di Balik Layar Peran Pemuda di Detik-Detik Proklamasi
Pendidikan.Minggu, 17 Agustus 2025

