Reporter : Anggoro
Bisnis
Selasa, 21 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Presiden Prabowo Subianto geram menemukan fakta tingginya selisih harga ekspor komoditas Indonesia yang mencapai 45 persen dibandingkan harga di pasar internasional. Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha bagi pelaku ekspor yang tidak patuh hukum dan nekat melestarikan praktik kecurangan tersebut.
Ia menyoroti praktik manipulasi harga ekspor komoditas strategis yang dinilainya sebagai bentuk penipuan dan sangat merugikan keuangan negara.
“Karena kita tegas, meneruskan praktik ini, ini praktik penipuan, meneruskan, semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Prabowo di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Guna menyumbat kebocoran devisa dan memangkas kesenjangan harga ekspor tersebut, pemerintah resmi menerapkan sistem ekspor satu pintu melalui pembentukan BUMN anyar, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI). Lembaga yang diumumkan pada 20 Mei 2026 ini telah beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026.
Prabowo menegaskan, seluruh kekayaan alam mulai dari nikel, kelapa sawit, batu bara, emas, hingga karet merupakan milik bangsa Indonesia yang tata kelolanya harus membawa manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat.
“Kita bangun sistem ekspor satu pintu agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebenarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya,” ujar Kepala Negara.
Meski baru beroperasi sekitar satu setengah bulan, kebijakan ekspor satu pintu lewat PT DSI dinilai Prabowo sudah menunjukkan hasil positif dalam meraup devisa hasil ekspor (DHE) dan mempersempit jurang harga komoditas.
“Baru satu bulan, dua minggu bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dolar (AS). Dan ternyata dari angka yang masuk, sebelum ada PT DSI, gap perbedaan antara harga dijual di Indonesia dan harga dijual internasional, itu kurang lebih beda minimal 30 persen, mendekati 40-45 persen,” bebernya.
Melihat respons positif pasar dunia dan penguatan sektor energi serta pangan dalam negeri, Prabowo meyakini langkah reformasi tata kelola sumber daya alam ini akan memperkokoh posisi Indonesia di kancah internasional.
“Saudara-saudara, kita sudah mulai dipandang dan kita akan buktikan. Saya yakin dan percaya kita akan jadi lumbung pangan dunia. Saya percaya itu,” pungkas Prabowo.
(Editor Aro)
#Ekspor
#Harga ekspor
#Jakarta
#Presiden Prabowo
#Rapat Kabinet




Bisnis.Selasa, 6 Januari 2026

Headlines.Senin, 26 Januari 2026

Bisnis.Selasa, 26 Agustus 2025

Headlines.Kamis, 10 Oktober 2024