Review Film Netflix ‘The Great Flood’: Bukan Film Bencana Biasa
Reporter : Redaksi
Lifestyle
Minggu, 21 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Film Netflix – Satu lagi sajian sinema Korea Selatan yang mencoba mendobrak batas genre. Sutradara Kim Byung-woo membawa kita ke dalam labirin banjir bandang yang tak hanya mengancam nyawa, tapi juga menantang logika penonton.
The Great Flood (kini tayang di Netflix) bukanlah sekadar film bencana biasa yang mengandalkan adegan kehancuran gedung pencakar langit.
Kim Byung-woo tampak ambisius menggabungkan elemen fiksi ilmiah (sci-fi), bencana alam, dan bumbu teka-teki psikologis yang membuat penonton harus terus terjaga sepanjang film.
Pagi yang Tenang Menjadi Mimpi Buruk
Cerita dimulai dari sudut pandang An-na (diperankan dengan apik oleh Kim Da-mi), seorang ibu tunggal sekaligus ilmuwan jenius.
Pagi itu, ia dibangunkan oleh putrinya yang berusia enam tahun, Ja-in (Kwon Eun-seong). Ja-in tampak memiliki obsesi aneh terhadap berenang dan kacamata renang—sebuah pertanda atau mungkin sekadar firasat anak kecil sebelum kiamat air benar-benar datang.
Hanya dalam hitungan menit, gemuruh dari luar jendela berubah menjadi tsunami dahsyat yang melumat kota. Air naik begitu cepat, merayap dari pergelangan kaki hingga menenggelamkan apartemen mereka.
Dalam kepanikan luar biasa, An-na harus memilih antara barang bawaan atau nyawa, sementara orang-orang di sekitarnya sibuk menyelamatkan harta benda yang terasa konyol di ambang kiamat.
Misi Rahasia: Menciptakan “Umat Manusia Baru”
Di tengah perjuangan menahan napas di bawah air, muncul sosok misterius bernama Son Hee-jo (Park Hae-soo), seorang agen keamanan perusahaan.
Kedatangannya membawa fakta mengejutkan: banjir ini bukanlah bencana alam biasa, melainkan dampak dari asteroid yang menghantam Antartika.
Tujuan Hee-jo hanya satu, yakni menyelamatkan An-na. Mengapa? Karena An-na adalah ilmuwan kunci di laboratorium AI rahasia.
“Umat manusia yang kita kenal berakhir hari ini,” ujar Hee-jo dingin. “Tugasmu adalah menciptakan umat manusia baru.”
Harapan satu-satunya adalah helikopter yang menunggu di atap gedung. Namun, perjalanan menuju puncak menjadi neraka ketika pipa gas meledak, tsunami susulan datang tanpa henti, dan An-na terpisah dari putrinya.
Lebih dari Sekadar Bertahan Hidup
Di sinilah Kim Byung-woo mulai memutarbalikkan alur cerita. Penonton akan diajak bertanya-tanya tentang perilaku Ja-in yang tidak biasa dan status An-na yang sebenarnya.
Tanpa memasuki wilayah spoiler, film ini mulai beralih dari drama penyelamatan menjadi sebuah labirin fiksi ilmiah yang kompleks.
Apakah upaya menggabungkan genre bencana dengan teori AI ini berhasil? The Great Flood menawarkan visual yang mencekam dan akting emosional dari Kim Da-mi, menjadikannya tontonan yang tidak hanya menguras adrenalin, tetapi juga memicu otak untuk berpikir keras di sela-sela dentuman gelombang raksasa.
(Editor Aro)
#Film bencana alam
#Film Korea
#Film Netflix
#Review film teh great flood
#The great flood



Berita Terkait

Prakiraan Cuaca BMKG di Surabaya Empat Hari ke Depan
Jawa Timur.Rabu, 22 Oktober 2025

Damai Natal 2024, Jemaah Gereja Bersanding Bareng Tokoh Lintas Agama
Headlines.Senin, 16 Desember 2024

KAI Daop 9 Jember Gunakan Bantalan Rel Sintetis Ala Teknologi Jepang
Banyuwangi.Senin, 21 Oktober 2024

Sahur Bersama Kaum Dhuafa, Nyai Sinta: Puasa Proses Revolusioner Diri
Headlines.Selasa, 11 Maret 2025

