Reporter : Editor 02
Headlines
Kamis, 9 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan terhadap 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berlangsung di Graha Sawunggaling, Kamis (9/7/2026).
Agenda penyegaran ini diwarnai sanksi tegas penurunan jabatan lurah akibat kasus pungutan liar (pungli) hingga mundurnya sejumlah pejabat perempuan karena faktor keluarga.
Eri menjelaskan bahwa selain masa jabatan yang sudah berjalan 5 sampai 10 tahun dan penyesuaian jarak rumah, rotasi kali ini menjadi evaluasi total atas kinerja pengawasan wilayah. Sanksi moral dijatuhkan kepada Lurah Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, yang digeser posisinya menjadi Kepala Seksi (Kasi) akibat abai terhadap praktik pungli pedagang di aset Pemkot Surabaya.
Eri menyayangkan sikap lurah yang mengaku tidak tahu adanya tarikan uang kepada para pedagang di wilayahnya dengan dalih pengelolaan telah diserahkan kepada paguyuban atau koperasi.
“Dia tidak tahu karena tidak pernah tanya langsung ke pedagang, tanyanya kepada paguyuban. Katanya aman, sering ngopi di tempat itu, tetapi tidak tahu kalau pedagang ditariki uang. Ini kan membingungkan. Ke mana hadirnya pemerintah, terutama lurah daerah tersebut,” tegas Cak Eri (sapaan akrab Wali Kota Surabaya.
Hingga saat ini, tercatat ada 4 hingga 5 pedagang yang menjadi korban pungli di Kelurahan Tambak Wedi. Beberapa di antaranya dipaksa membayar untuk bisa masuk, bahkan ada yang sampai tidak bisa berjualan karena tidak mampu membayar.
Karena adanya perbedaan pengakuan antara pihak yang diduga menerima dan membayar, Pemkot Surabaya menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke jalur hukum.
Di sisi lain, proses pelantikan ini juga diwarnai empat pejabat perempuan memilih mundur dari posisi struktural utama. Langkah tersebut diambil karena mereka tidak mendapatkan izin atau rida dari sang suami.
Wali Kota Eri mengapresiasi setinggi-tingginya pengabdian mereka dan mendukung penuh keputusan tersebut. Menurutnya, bagi seorang wanita, rida suami dan keutuhan keluarga jauh lebih penting daripada sebuah jabatan.
“Ketika berputar hari ini mendapatkan jabatan struktural tetap tapi tidak menjadi garda terdepan nomor satu, maka sejatinya jenengan dibukakan pintu surga oleh Gusti Allah karena mendapatkan rida seorang suami. Namun, saya berharap dengan bergeser ke posisi lain, komitmen dan konsistensi untuk terus berjuang bagi kepentingan masyarakat tetap terjaga,” ujar Eri.
Di akhir sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa kasus pungli di Tambak Wedi harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kepala dinas, kepala bagian, camat, hingga lurah di Kota Pahlawan.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk tidak hanya fokus pada urusan administrasi di belakang meja, tetapi aktif turun ke lapangan dan mendengar langsung keluhan warga demi melindungi hak seluruh masyarakat Surabaya.
(Editor Aro)
#Eri Cahyadi
#Jawa Timur
#Kasus pungli pedagang
#Rotasi ASN surabaya
#Rotasi Pejabat
#Surabaya
#Wali Kota Eri Cahyadi




Daerah.Rabu, 24 Juli 2024

Headlines.Kamis, 12 Desember 2024

Headlines.Kamis, 12 Desember 2024

Headlines.Sabtu, 7 September 2024