Sentimen Trump Mulai Pudar? Bitcoin Terperosok ke Level Terlemah
Reporter : Anggoro
Bisnis
Jumat, 6 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Keuangan – Euforia politik yang sempat melambungkan pasar kripto tampaknya mulai menemui titik jenuh. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), Bitcoin terperosok hingga menyentuh titik terendah dalam 16 bulan terakhir, menguji level support psikologis kunci di angka $60.000.
Penurunan tajam ini menandai level terlemah Bitcoin sejak Oktober 2024 tepat sebulan sebelum Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS.
Saat itu, janji kampanye Trump untuk menjadikan AS sebagai “ibu kota kripto dunia” memicu reli besar-besaran, namun kini narasi tersebut mulai tergerus oleh realitas pasar global yang mendingin.
Bitcoin sempat menyentuh level $60.008,52 di awal sesi sebelum sedikit pulih ke kisaran $64.153,24 dalam perdagangan. Jatuhnya aset digital ini beriringan dengan aksi jual global pada saham-saham teknologi raksasa.
Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone, Melbourne, mempertanyakan apakah tren penurunan yang konsisten sejak Oktober 2025 ini merupakan sinyal berakhirnya masa kejayaan kripto.
“Banyak dari posisi-posisi besar yang padat ini sedang diurai dengan sangat, sangat cepat,” ujarnya, merujuk pada langkah investor yang mulai menarik diri dari aset berisiko. (sumber reuter)
Data dari CoinGecko melukiskan gambaran yang lebih kelam. Pasar kripto global telah kehilangan nilai sekitar $2 triliun sejak mencapai puncaknya pada awal Oktober lalu. Yang lebih mengejutkan, lebih dari separuh nilai tersebut, yakni sekitar $1 triliun, musnah hanya dalam satu bulan terakhir.
Sentimen dingin investor juga terlihat jelas pada instrumen ETF Bitcoin spot di AS. Analis Deutsche Bank mencatat arus keluar besar-besaran terjadi di bulan Januari 2026 sebesar $3 miliar, di bulan Desember 2025 sebesar $2 miliar dan terakhir di bulan November 2025 sebesar $7 miliar.
Sementara, Joshua Chu, ketua bersama Asosiasi Web3 Hong Kong, menilai kejatuhan ini bukan berarti “kematian” kripto, melainkan konsekuensi logis bagi mereka yang mengabaikan manajemen risiko. Menurutnya, pasar sedang menagih utang kepada para spekulan yang menggunakan leverage (pinjaman) terlalu besar.
“Mereka yang bertaruh terlalu besar atau berasumsi harga hanya akan naik, kini merasakan sendiri seperti apa volatilitas pasar yang sebenarnya,” tegas Chu.
Nasib Bitcoin yang kini kian erat dengan sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), membuatnya rentan terhadap sentimen makroekonomi. Dengan perkiraan penurunan mingguan sebesar 16%, Bitcoin kini mencatatkan total kerugian sepanjang tahun berjalan (year-to-date) sebesar 27%.
Dunia kini menanti, apakah level $60.000 akan menjadi pijakan untuk memantul kembali, atau justru menjadi pintu masuk menuju musim dingin kripto yang lebih panjang di bawah bayang-bayang kebijakan ekonomi yang mulai dipertanyakan.
(Editor Aro)
#Bitcoin
#Bitcoin anjlok
#Bitcoin melemah
#Donald trump
#Kripto bitcoin
#Pasar kripto
#Pasar saham
#Sentimen trump



Berita Terkait

Pastikan Keselamatan Jelang Libur Nataru, Polri Siapkan Ambulans Udara
Headlines.Kamis, 19 Desember 2024

Pemerintah Targetkan KUR Rp300 T di 2025 untuk Modal UMKM
Ekbis.Senin, 26 Mei 2025

Ujian Sesungguhnya Liverpool, Taklukkan Nottingham yang Tengah Ganas
Headlines.Selasa, 14 Januari 2025

Putin : Dollar Tetap Jadi Alat Penting Dalam Keuangan Global, Asal….
Ekbis.Senin, 28 Oktober 2024

