Simak Ciri-ciri Child Grooming yang Sering Luput dari Perhatian Kita!
Reporter : Redaksi
Lifestyle
Minggu, 18 Januari 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Lifestyle – Kasus kekerasan terhadap anak sering kali membuat publik terkejut.
Terlebih, belum lama ini bermunculan kasus-kasus child grooming yang melibatkan public figure di media sosial.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan banyak dari kasus tersebut berawal dari proses panjang yang tampak “normal” dan tidak mencurigakan.
Proses inilah yang dikenal sebagai child grooming, sebuah bentuk manipulasi yang halus, terencana, dan berbahaya.
Sayangnya, karena tidak selalu melibatkan kekerasan fisik di awal, child grooming kerap luput dari perhatian orang tua dan lingkungan sekitar.
Child grooming adalah upaya seseorang untuk membangun kedekatan emosional dengan anak, dengan tujuan mengeksploitasi, menyakiti, atau melakukan kekerasan seksual di kemudian hari.
Pelaku biasanya memanfaatkan kepercayaan anak secara perlahan, hingga anak merasa aman dan bergantung.
Grooming bisa terjadi secara langsung (offline) maupun melalui media digital (online) seperti media sosial, gim daring, atau aplikasi pesan.
Berbeda dengan kekerasan yang terjadi tiba-tiba, grooming berlangsung secara bertahap dan sering terlihat seperti interaksi wajar.
Bahkan, pelaku bisa tampak sangat peduli, ramah, dan “baik”.
Beberapa alasan grooming sulit terdeteksi:
* Tidak ada paksaan di awal
* Anak merasa diperhatikan dan dimengerti
* Pelaku sering berasal dari lingkungan dekat
* Anak belum memahami batasan yang sehat
Akibatnya, anak sering tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.
Meski setiap kasus berbeda, grooming umumnya melalui beberapa tahapan berikut:
1. Membangun Kepercayaan
Pelaku bersikap baik, memberi perhatian, hadiah, atau pujian berlebihan.
2. Menciptakan Kedekatan Emosional
Anak dijadikan tempat curhat dan merasa “dipahami” lebih dari orang dewasa lain.
3. Isolasi Perlahan
Pelaku berusaha menjauhkan anak dari keluarga atau teman, baik secara fisik maupun emosional.
4. Normalisasi Perilaku Tidak Pantas
Bercanda soal tubuh, menyentuh dengan dalih bercanda, atau percakapan yang makin intim.
5. Kontrol dan Ancaman Emosional
Anak dibuat takut kehilangan “kedekatan” atau merasa bersalah jika menolak.
Orang tua dan orang dewasa perlu waspada jika anak menunjukkan perubahan berikut:
* Menjadi lebih tertutup atau mudah cemas
* Tiba-tiba merahasiakan aktivitas online
* Takut atau enggan bertemu orang tertentu
* Perubahan emosi drastis tanpa alasan jelas
* Mendapat hadiah atau uang tanpa penjelasan
Tanda-tanda ini memang tidak selalu berarti grooming, tetapi patut menjadi alarm untuk lebih memperhatikan anak.
Kesadaran tentang child grooming bukan untuk menakut-nakuti anak, melainkan melindungi mereka dengan pengetahuan.
Hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:
* Ajarkan anak tentang batasan tubuh dan privasi sejak dini
* Biasakan komunikasi terbuka tanpa menghakimi
* Awasi aktivitas digital anak secara bijak
* Yakinkan anak bahwa ia boleh berkata “tidak”
* Tegaskan bahwa rahasia yang membuat tidak nyaman harus diceritakan
Anak yang merasa aman untuk berbicara akan lebih terlindungi dari manipulasi.
Child grooming tidak mengenal latar belakang keluarga, status sosial, atau tingkat pendidikan.
Anak yang terlihat ceria, pintar, dan aktif sekalipun tetap bisa menjadi target.
Karena itu, kesadaran bersama sangat penting, bukan hanya orang tua, tetapi juga guru, keluarga besar, dan masyarakat.
Child grooming adalah ancaman nyata yang sering tersembunyi di balik sikap ramah dan perhatian palsu.
Dengan meningkatkan child grooming awareness, kita bisa lebih peka, lebih waspada, dan lebih siap melindungi anak-anak dari bahaya yang tidak selalu terlihat.
Melindungi anak bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga membangun rasa aman dan kepercayaan agar mereka berani bersuara.
Karena keselamatan anak dimulai dari kepedulian kita semua.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Child Grooming
#Edukasi Parenting
#Kekerasan Anak
#Parenting



Berita Terkait

Rahasia Daun Centella: Si Kecil Hebat untuk Kulit Berjerawat& Meradang
Lifestyle.Jumat, 31 Oktober 2025

Sekolah di Surabaya Wajibkan Bahasa Jawa, Pakai Logat Khas Suroboyo
Jawa Timur.Kamis, 3 Juli 2025

Demo Mahasiswa UIJ Jember Berhasil Turunkan Biaya KKN, Ini Besarannya
Jawa Timur.Senin, 5 Mei 2025

DPR RI Nurhadi Sambut Baik Rintisan Pesantren Al Azhaar di Tulungagung
Nasional.Senin, 28 Juli 2025

