Sushila Karki Dilantik Jadi PM Perempuan Pertama Nepal
Reporter : Sigit P
Headlines
Minggu, 14 September 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Internasional – Nepal kini dipimpin oleh seorang perdana menteri perempuan untuk pertama kalinya.
Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, dilantik sebagai perdana menteri sementara pada Jumat (12/9), menyusul gelombang protes anti-korupsi yang memaksa Perdana Menteri sebelumnya, KP Sharma Oli, mengundurkan diri.
Pengangkatan Karki di kantor presiden dilakukan langsung oleh Presiden Ramchandra Paudel dalam sebuah upacara yang disiarkan langsung.
Penunjukan ini merupakan hasil negosiasi antara Presiden, panglima militer Ashok Raj Sigdel, dan para pemimpin protes ‘Gen Z’ yang menuntut perubahan.
Kantor Kepresidenan menyatakan, Karki ditugaskan untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru untuk majelis rendah parlemen pada 11 Maret 2026.

Protes ‘Gen Z’ Berbuah Perubahan
Pengangkatan Karki terjadi setelah protes massal yang digerakkan oleh Gerakan ‘Gen Z’ memuncak menjadi kekerasan, menewaskan 51 orang dan melukai lebih dari 1.300 lainnya. Protes yang dipicu oleh larangan media sosial ini akhirnya mereda setelah pengunduran diri Oli.
Salah satu demonstran, Manjita Manandhar, mengungkapkan perasaan campur aduknya. “Tapi kita berhasil! Demi mereka! Demi Nepal Baru! Perjalanan baru saja dimulai,” ujarnya.
Karki, yang dikenal karena reputasi kejujuran dan integritasnya, menjadi pilihan utama para pengunjuk rasa. Ia adalah satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai kepala hakim di Nepal.
Pakar dan analis konstitusi, Bipin Adhikari, mengatakan tantangan pertama Karki adalah menyelidiki kekerasan selama protes, mengendalikan korupsi, serta menjaga hukum dan ketertiban.
Nepal Berupaya Pulih dari Kematian dan Kekacauan
Di tengah upaya kembali normal, Nepal masih merasakan duka mendalam. Keluarga-keluarga menjemput jenazah kerabat mereka yang menjadi korban protes.
“Sementara teman-temannya mundur, dia memutuskan untuk terus maju,” kata Karuna Budhathoki, tentang keponakannya yang berusia 23 tahun yang tewas dalam protes. Hal serupa juga dialami oleh Ashab Alam Thakurai, seorang pemuda 24 tahun yang baru menikah sebulan.
“Kami diberitahu dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan meninggal,” tutur Budhathoki, mencerminkan kepedihan yang dirasakan banyak keluarga.
(Editor Aro)
#Gen-Z
#Kerusuhan Nepal
#Nepal
#Pelantikan PM Nepal Baru
#Pemilihan PM Nepal Baru
#Protes Gen-Z
#Sushila Karki
#Sushila Karki jadi PM Nepal



Berita Terkait

Sibuk Potong Daging, Bolehkah Tinggalkan Shalat Jumat? Ini Jawabannya
Headlines.Jumat, 6 Juni 2025

Timnas U-17: Dari Parkir Bus ke Pesta Gol Bawa Mimpi Piala Dunia Nyata
Headlines.Selasa, 8 April 2025

Presiden Prabowo bersama USINDO Bahas Perekonomian Indonesia
Headlines.Rabu, 13 November 2024

Ini 16 Guru Besar Baru UNAIR Dikukuhkan di Akhir Tahun 2024
Headlines.Rabu, 18 Desember 2024

