siginews

Tanpa Material Semen, Pemugaran Gedung Grahadi Telan Biaya Rp12,7 M

Reporter : Siginews

Headlines

Jumat, 3 April 2026

Waktu baca 2 menit

Tanpa Material Semen, Pemugaran Gedung Grahadi Telan Biaya Rp12,7 M

Siginews.com-Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi dengan anggaran sebesar Rp12,7 miliar dari APBD Jatim.

Menariknya, restorasi bangunan cagar budaya yang berdiri sejak tahun 1810 ini dilakukan tanpa menggunakan semen, melainkan menggunakan material mortar khusus berbahan dasar campuran kapur dan mineral yang didatangkan langsung dari luar negeri.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa penggunaan material khusus ini bertujuan untuk menjaga karakteristik asli dinding lama. Mengingat statusnya sebagai cagar budaya, pemugaran harus mengikuti standar konservasi yang ketat agar menyerupai bentuk aslinya pasca-kerusakan akibat kebakaran pada Agustus 2025 lalu.

“Jadi bangunan ini dibangun tanpa semen. Kapur yang digunakan itu sekaligus sebagai perekat. Dan ada beberapa konstruksi dan bagian-bagian lama yang existing, seperti kusen yang ada di sini, tidak akan dirombak,” jelas Gubernur Khofifah saat memimpin prosesi groundbreaking di Surabaya, Rabu (1/4/2026).

Selain penggunaan material unik, proyek pemugaran yang ditargetkan rampung pada 25 Oktober 2026 ini akan menampilkan sisi edukasi sejarah.

Melalui metode ekskavasi, lantai asli Grahadi yang berada 50 sentimeter di bawah permukaan saat ini akan diekspos menggunakan lantai kaca. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melihat langsung teknologi konstruksi masa lalu.

Lingkup pengerjaan selama 210 hari kalender ini juga mencakup rekonstruksi atap dengan perkuatan ring balok, replikasi kusen dan pintu sesuai model lama, hingga pemasangan marmer yang disesuaikan dengan bangunan utama.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, sistem proteksi kebakaran modern juga turut ditambahkan dalam struktur bangunan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pemulihan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya pelestarian sejarah nasional.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Khofifah berharap seluruh lapisan masyarakat ke depannya memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga dan tidak menjadikan situs cagar budaya sebagai sasaran perusakan.l

“Ke depan tentu kita harus memiliki rasa untuk bisa bersama-sama bertanggung jawab menjaga semua cagar budaya yang kita miliki. Bukan hanya di Grahadi, tapi semua cagar budaya yang ada di negeri ini. Kita punya tanggung jawab yang sama untuk bisa menjaga dan melestarikan,” pesannya.

(Foto: dok.humas biro adm pimpinan)

Acara tersebut dihadiriKepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi.

Sebelumnya, juga dilakukan doa bersama yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Ummah KH. Asep Saifuddin Chalim dan potong tumpeng bersama segenap kepala dinas lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

(Editor Aro)

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.