Reporter : Anggoro
Bisnis
Jumat, 4 September 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Semarang – 756 buruh PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat penawaran opsi untuk kembali bekerja menggunakan sistem alih daya (outsourcing) usai diterpa pemutusan hubungan kerja (PHK) secara serentak.
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Semarang Chandra Wijayanto menjelaskan, tawaran kembali bekerja dengan skema alih daya tersebut bersifat sukarela bagi para buruh yang masih berminat menyambung mata pencaharian di area operasional pabrik.
“Ada juga tawaran untuk kembali bekerja dengan sistem alih daya,” tutur Chandra.
“Jadi itu bersifat tawaran, kalau pekerja bersedia,” lanjutnya.
Di samping peluang kerja outsourcing, manajemen PT SGS dan perwakilan pekerja juga telah mencapai kesepakatan tertulis terkait pemenuhan hak-hak purna-kerja, termasuk skema pembayaran pesangon secara bertahap.
“Selain pesangon yang disepakati dengan skema cicilan hingga 10 kali.”
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang mengonfirmasi bahwa kasus PHK massal pada anak usaha Sampoerna Kayoe tersebut menjadi salah satu pengurangan tenaga kerja terbesar yang terjadi di wilayah setempat dalam satu waktu
Chandra mengungkapkan alasan kebijakan efisiensi ini terpaksa diambil manajemen perusahaan akibat kerugian finansial yang terus membayangi sejak masa pandemi COVID-19.
“Memang PHK 756 karyawan itu terjadi serentak dalam jumlah yang banyak sekaligus. Kalau di pabrik lain, tidak ada yang sebanyak itu. Tren penurunan terjadi sejak pandemi, dan di sini akhirnya dilakukan efisiensi,” ujar Chandra di Semarang, Kamis (3/9/2026).
Pengawasan Bersama dan Fasilitas Mediasi
Untuk mengawal pemenuhan hak ratusan pekerja tersebut, Disnaker Kabupaten Semarang berkoordinasi erat dengan Disnaker Provinsi Jawa Tengah serta jajaran kepolisian guna memantau setiap tahapan penyelesaian ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah memastikan ruang mediasi tetap terbuka lebar apabila di kemudian hari ditemukan kendala atau perselisihan terkait pencairan cicilan pesangon.
“Kami secara intens memantau PT SGS. Jika ada pihak yang kurang puas, bisa tetap dikomunikasikan sehingga ada solusi terbaik bagi semua pihak. Kami harapkan situasi tetap kondusif agar iklim investasi di daerah berjalan baik,” pungkasnya.
Editor Aro
#Buruh PT SGS Semarang di-PHK
#Disnaker Kabupaten Semarang
#Jawa Tengah
#Pekerja Outsourcing
#PHK buruh
#PT SGS Semarang
#semarang




Ekbis.Selasa, 8 April 2025

Ekbis.Sabtu, 24 Mei 2025

Ekbis.Selasa, 6 Mei 2025

Ekbis.Jumat, 20 Juni 2025