Utusan Trump Abaikan Eropa, Pilih ‘Rayu’ Langsung Rakyat Greenland
Reporter : Anggoro
Bisnis
Rabu, 7 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Ketegangan diplomatik terkait ambisi Amerika Serikat untuk menguasai Greenland memasuki babak baru yang kontroversial.
Utusan khusus yang ditunjuk Presiden Donald Trump, Gubernur Louisiana Jeff Landry, secara terang-terangan menyatakan tidak tertarik menjalin komunikasi dengan pemerintah Denmark maupun para diplomat Eropa.
Sebaliknya, ia memilih strategi untuk berdialog langsung dengan masyarakat Greenland.
Langkah provokatif ini diambil Landry di tengah penolakan masif dari para pemimpin Uni Eropa dan NATO.
Landry mengeklaim bahwa fokus utamanya adalah mendekati 57 ribu warga Greenland guna membahas peluang peningkatan kualitas hidup jika wilayah tersebut berada di bawah pengaruh Amerika Serikat.
Diplomasi Kekuasaan di Atas Norma
Strategi “baypass” diplomatik ini sejalan dengan pernyataan keras dari internal Gedung Putih.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, bahkan meremehkan norma kedaulatan Denmark yang telah lama dihormati secara internasional.
“Dunia nyata lebih ditentukan oleh kekuatan dan kekuasaan ketimbang norma diplomasi semata,” ujar Miller, menanggapi kekhawatiran Uni Eropa terkait kedaulatan wilayah Denmark.
Ambisi Trump ini semakin menguat pasca-keberhasilan operasi militer di Venezuela. Pentagon menyebut penguasaan Greenland sebagai “kepentingan strategis” untuk menangkal pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.
Selain itu, Washington mengincar kekayaan mineral Greenland guna mengurangi ketergantungan industri pada China.
Eropa Bersatu Pasang Badan
Manuver Landry dan retorika Gedung Putih tersebut memicu solidaritas luar biasa dari para pemimpin dunia.
Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris, hingga Kanada secara tegas menyatakan bahwa Greenland bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan.
“Greenland adalah hak rakyatnya sendiri. Keputusan terkait masa depan wilayah tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Denmark dan Greenland tanpa campur tangan pihak lain,” tegas para pemimpin Eropa dalam pernyataan bersama yang didampingi Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, bahkan memperingatkan bahwa ancaman terhadap sesama anggota NATO seperti Denmark dapat merusak kredibilitas aliansi pertahanan tersebut.
Meski Trump menggunakan posisinya sebagai Panglima Tertinggi untuk mempertimbangkan opsi militer, rencana ini mendapat tentangan dari dalam negeri.
Sejumlah anggota Kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, menyatakan keberatan mereka.
Senator Republik Thom Tillis dan Senator Demokrat Jeanne Shaheen menegaskan bahwa Amerika Serikat wajib menghormati perjanjian internasional.
Mereka mengingatkan bahwa Denmark dan Greenland telah menyatakan dengan jelas bahwa wilayah tersebut “tidak untuk dijual.”
Di sisi lain, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik dukungan Eropa dan tetap membuka pintu bagi Amerika Serikat, namun dengan syarat dialog harus dilakukan dengan rasa saling menghormati, bukan melalui tekanan atau upaya pengambilalihan paksa.
(Editor Aro)
#Donald trump
#Greenland
#Konflik arktik
#Konflik AS vs Denmark
#Konflik AS vs Eropa
#Konflik greenland
#NATO
#Trump



Berita Terkait

KONI Jatim Gelar DRM Porprov IX 2025, Malang Raya Siap Jadi Tuan Rumah
Headlines.Rabu, 11 Juni 2025

Demokrasi Politik di Kota Surabaya Terancam Mati
Headlines.Kamis, 1 Agustus 2024

80 Ribu Kopdes Dikawal KPK: Pastikan Transparan, Hindari Fiktif & Suap
Ekbis.Rabu, 21 Mei 2025

Liverpool Diunggulkan, Mampukah Everton Akhiri Kutukan di Anfield?
Internasional.Sabtu, 20 September 2025

