Reporter : Editor 01
Bisnis
Minggu, 19 Juli 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmi meluncurkan Ekosistem Teknologi Digital Kesehatan dan Pelayanan Non-Tunai HAJI C-AIRRe 2026 (Collaborative Artificial Intelligence and Robotic Research Innovation Ecosystem in Healthcare) dilakukan di Ruang Pertemuan Serambi Mekkah RSUD Haji Jatim, Rabu (15/7/2026).
Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Emil menegaskan bahwa HAJI C-AIRRe bukan sekadar pamer teknologi baru. Inovasi ini menyatukan rumah sakit, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga riset, hingga sektor keuangan dalam satu ekosistem kolaborasi.
“HAJI C-AIRRe bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi menjadi langkah nyata membangun ekosistem pelayanan kesehatan, riset, inovasi, dan digitalisasi yang terintegrasi menuju rumah sakit berstandar internasional,” ujar Emil.
Emil menjelaskan, transformasi digital ini merupakan implementasi Program Jatim Sehat dalam Nawa Bhakti Satya yang diperkuat melalui RPJMD Provinsi Jatim 2025-2029.
Targetnya, mulai dari pemerataan layanan kesehatan, penurunan angka stunting menjadi 12 persen pada 2029, hingga perwujudan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen di seluruh wilayah Jatim.
Selain itu, program ini menjadi bagian dari Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang terus didorong oleh Pemprov Jatim untuk mempercepat sistem transaksi non-tunai di lingkungan rumah sakit pemerintah.
“Transformasi digital kesehatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan agar pelayanan publik semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan kesehatan di masa depan,” imbuhnya.
Ada dua kata kunci utama yang ditegaskan Emil dalam pengembangan program ini ke depan, yaitu utilisasi dan ekosistem. Seluruh inovasi teknologi yang dihasilkan wajib dimanfaatkan secara nyata dalam pelayanan medis sehari-hari.
Dukungan dari para dokter dan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar teknologi AI dan robotika ini bisa mempercepat diagnosis serta akurasi pelayanan. Baginya, indikator keberhasilan sebuah inovasi bukan dari jumlah produknya, melainkan asas manfaat bagi warga.
“Ibu Gubernur selalu memberikan apresiasi terhadap setiap inovasi. Tetapi yang lebih penting bukan berapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar outcome yang diberikan. Ukurannya adalah semakin banyak senyum keluarga pasien karena mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” tegas Emil.
Ke depan, Emil berharap teknologi HAJI C-AIRRe bisa diperluas secara bertahap ke seluruh rumah sakit milik Pemprov Jatim. RSUD Haji Jatim diharapkan tidak sekadar menjadi pusat pengobatan, tetapi juga inkubator lahirnya kedaulatan teknologi medis nasional.
Peluncuran ini turut mengapresiasi kolaborasi model pentahelix yang melibatkan RSUD Haji Jatim dengan Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bank Indonesia, serta Bank Jatim.
(Editor Aro)
#Jawa Timur
#RSUD Haji
#Surabaya
#Teknologi digital kesehatan
#Teknologi kesehatan
#Wagub Emil




Jawa Timur.Kamis, 31 Juli 2025

Headlines.Rabu, 25 September 2024

Ekbis.Rabu, 7 Mei 2025

Headlines.Minggu, 28 Juli 2024