siginews-Jakarta – Ribuan massa dari berbagai elemen organisasi dan serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi serentak di Jakarta pada hari ini, Kamis (28/8).
Berdasarkan pantauan langsung dari tim siginews di Jakarta, aksi ini terpecah menjadi tiga kelompok utama dengan tiga isu berbeda yang disuarakan di tiga lokasi strategis.
Kelompok Buruh Kepung Gedung DPR dan Tolak Upah Murah
Kelompok terbesar datang dari Partai Buruh, KSPI, dan FSPMI, dengan estimasi massa mencapai 5.000 orang. Aksi mereka dipusatkan di depan Gedung DPR-RI. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, juga menginstruksikan aksi serupa di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Tuntutan utama kelompok buruh ini adalah “Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah” atau yang mereka sebut HOSTUM. Selain itu, mereka juga mendesak:
1. Mendesak pemerintah menaikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10 persen.
2. Menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menuntut penghapusan sistem outsourcing.
3. Bentuk satgas PHK.
4. Mendorong reformasi pajak yang dinilai memberatkan buruh dan rakyat.
5. Mendesak pengesahan rancangan undang-undang ketenagakerjaan baru, sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024 yang memenangkan gugatan buruh.
6. Sahkan RUU Perampasan aset.
7. Sahkan RUU pemilu.
Serikat lain seperti Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) juga membawa tuntutan serupa, di antaranya lainnya pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan reformasi pajak yang berkeadilan.
Aksi di Istana Negara dan Balai Kota
Sementara itu, dua kelompok massa lainnya menyuarakan isu yang berbeda. Sekitar 3.000 orang yang tergabung dalam aliansi organisasi seperti Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), dan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) menggelar aksi di Patung Kuda yang mengarah ke Istana Presiden. Mereka membawa isu Keadilan Iklim sebagai tuntutan utama.
Di lokasi terpisah, tepatnya di depan Balai Kota Provinsi Jakarta, kelompok massa yang terdiri dari Serikat Mahasiswa Indonesia, KPR, dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) dengan jumlah sekitar 500 orang menyuarakan isu Rumah Susun.
Sementara beberapa organisasi serikat buruh lainnya, seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) pimpinan Jumhur Hidayat, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diketahui tidak ikut bergabung dalam aliansi Partai Buruh.
(Editor Aro)