siginews-Tangerang – Insiden tewasnya Affan Kurniawan pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis polisi saat kericuhan demo di Jakarta, Kamis (28/8), memicu reaksi keras dari Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA).
Dalam pernyataan sikapnya, SEPETA mengutuk keras insiden tersebut dan menuntut Kapolri dicopot.
Menurut SEPETA, demonstrasi adalah hak dasar rakyat yang seharusnya dilindungi, bukan justru dianggap sebagai musuh.
Aksi yang dilakukan rakyat pada 25 dan 28 Agustus di depan Gedung DPR dianggap sebagai wujud kekecewaan atas hilangnya perlindungan negara.
Tuntutan SEPETA Terhadap Pemerintah dan Kepolisian
Atas insiden yang menewaskan seorang driver ojol dan melukai beberapa lainnya, SEPETA mengeluarkan beberapa tuntutan:
1. Mengecam keras tindakan arogansi polisi yang dinilai sangat berlebihan dan represif dalam menangani demonstrasi.
2. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengganti Kapolri karena dianggap gagal memimpin pasukannya.
3. Memecat dan mengadili pengemudi mobil polisi yang melindas driver ojol serta pimpinan kesatuannya.
4. Menuntut pemerintah untuk mengakui pengemudi online dan kurir sebagai pekerja yang berhak mendapatkan perlindungan sosial serta upah layak.
5. Menyerukan kepada seluruh anggota SEPETA dan driver online untuk bersatu menjadi gelombang perlawanan demi merebut hak dasar sebagai rakyat, seperti hak hidup layak dan hak berorganisasi yang bebas dari intimidasi.
Iwan Setiawan, Ketua DPP Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA)
(Editor Aro)