Abadikan Ingatan, Ludruk Cak Kartolo Jadi Bacaan Siswa di Surabaya
Reporter : Anggoro
Headlines
Rabu, 14 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Kisah hidup dan perjalanan seni sang maestro ludruk legendaris, Cak Kartolo, akan segera menjadi bahan literasi bagi para pelajar di Kota Surabaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan kiprah seniman besar ini sebagai materi edukasi kebudayaan di sekolah-sekolah.
Rencana tersebut dimatangkan saat Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, mengunjungi kediaman Cak Kartolo dan Ning Tini di Surabaya, Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk merawat ingatan kolektif sekaligus memastikan generasi muda mengenal tokoh budaya yang menjadi ikon kota mereka.
Yusuf Masruh menjelaskan bahwa kisah sukses dan jejak perjuangan Cak Kartolo akan diolah menjadi bahan literasi kebudayaan. Tujuannya adalah agar anak-anak Surabaya memiliki kedekatan emosional dengan akar budayanya sendiri.
“Kami ingin merumuskan program literasi kebudayaan bagi generasi muda. Kami ingin anak-anak tidak hanya diajak membaca buku umum, tetapi juga mengenal tokoh-tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” ujar Yusuf.
Selanjutnya, materi ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Surabaya sebagai bahan pengayaan, perpustakaan kota, taman bacaan masyarakat dan komunitas literasi sebagai bahan diskusi kebudayaan lokal.
Selain dijadikan bahan bacaan, Pemkot Surabaya juga melakukan alih media arsip pribadi Cak Kartolo. Pendokumentasian ini mencakup foto, naskah, hingga rekaman pertunjukan sejak tahun 1958 hingga 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan untuk mendaftarkan kiprah Cak Kartolo ke dalam Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2026 dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Banyak kisah seniman yang belum tercatat sistematis, padahal nilainya sangat penting untuk sejarah dan edukasi,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Cak Kartolo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkot Surabaya.
Menurut sang maestro, literasi dan budaya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia juga berpesan agar anak-anak Surabaya diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan talenta, baik di bidang seni maupun akademik.
“Harapan kami, anak-anak Surabaya tumbuh dengan akar identitas yang kuat, tidak hanya cerdas secara akademik,” ungkap Yusuf menirukan pesan Cak Kartolo.
Melalui program ini, ludruk diharapkan tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap hidup dalam benak generasi Z dan Alpha sebagai identitas kebanggaan Kota Pahlawan.
(Editor Aro)
#Cak Kartolo
#Jawa Timur
#Ludruk Cak Kartolo
#Ludruk Surabaya
#Pemkot Surabaya
#Seniman Cak Kartolo
#Surabaya



Berita Terkait

Dirjen HAM : KUHP Baru Mengenai Kohabitasi dalam Hak Asasi Manusia
Headlines.Minggu, 28 Juli 2024

Warga Jombang Keluhkan Motor Mogok Mendadak Diduga Gara-gara Pertalite
Headlines.Kamis, 30 Oktober 2025

DNA Keluarga Korban Runtuhan Musala Terkumpul, Identifikasi Dipercepat
Headlines.Sabtu, 4 Oktober 2025

Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya Ajak Peserta Melintasi 5 Zona Sejarah
Headlines.Minggu, 16 November 2025

