Aktivis ’98 Bicara Blak-blakan Kritik Rezim Soal Aksi Agustus
Reporter : Redaksi
Headlines
Jumat, 12 September 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Surabaya — Andreas Pardede, aktivis 1998 Jawa Timur, turut bersuara terkait aksi akhir agustus besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah Indonesia, termasuk Surabaya, dalam beberapa waktu terakhir.
Andreas menyampaikan pandangannya dalam gelaran Focus Group Discussion (FGD) ‘Quo Vadis Aksi Massa 2025: Demokrasi atau Anarki’ memperingati HUT ke-1 Siginews.com, yang berlangsung di Surabaya Grand Hotel, Kamis (11/9/2025).
Dalam forum tersebut, ia membuka diskusi dengan menjelaskan bahwa kata aksi yang saat ini sering kita dengar, bisa juga disebut dengan gerakan sosial.
Ia menyoroti bahwa di balik gerakan sosial yang masif, selalu ada dominasi politik yang menyisakan ketidakadilan.
“Dimanapun ada dominasi politik, itu artinya ada ketidakadilan dan penindasan,” ujarnya.
Selain itu, Andreas juga menyinggung terkait penggunaan hukum sebagai alat negosiasi kekuasaan, bukan sebagai sarana keadilan.
“Hukum itu sudah menjadi instrumen politik sekarang, bukan untuk menegakkan keadilan. Ia dijadikan alat negosiasi kekuasaan, bahkan alat penindasan,” tambah Andreas.
Ia juga menilai bahwa aksi-aksi yang muncul tak lepas dari kegagalan elite dalam mengelola negara. Kritik tajam diarahkan kepada pemerintahan saat ini.
“Saya menyimpulkan, semua problematika yang terjadi sekarang adalah kegagalan rezim pengelolaan negara Prabowo-Gibran. Itu adalah akarnya,” katanya lugas.
Menurutnya, selama tidak ada perubahan politik secara menyeluruh, situasi sosial akan tetap stagnan dan berisiko makin memburuk.
“Yang dituju sebenarnya adalah perubahan politik. Jika tidak ada perubahan itu, kondisi sosial masyarakat kita tidak akan berubah.”
Sebagai penutup, Andreas menyindir susunan kabinet pemerintahan saat ini dengan nada tajam. “Kabinet sekarang cocoknya disebut kabinet pemborosan,” sindirnya.
Lanjutnya “Saya menyimpulkan, semua problematika yang terjadi sekarang adalah kegagalan rezim Prabowo-Gibran mengelola negara, itu adalah akarnya,” tandas Andreas.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Aksi
#Aksi Massa
#Aktivis 98
#Andreas Pardede
#Demonstrasi
#Focus Group Discussion (FGD) 'Quo Vadis Aksi Massa 2025: Demokrasi atau Anarki'
#Gerakan Sosial
#Hari Jadi ke-1 Siginews.com
#HUT ke-1 Siginews.com
#Media Online Siginews.com
#Quo Vadis Aksi Massa 2025: Demokrasi atau Anarki
#siginews
#Siginews.com



Berita Terkait

Cuaca Ekstrem dan Fenomena Supermoon Akhir Tahun, Waspada Banjir Rob
Headlines.Sabtu, 28 Desember 2024

Surabaya Sabet Gelar Kota Terinovatif Nomor Satu di Indonesia
Headlines.Jumat, 6 Desember 2024

Wisma Jerman Fasilitasi Pameran Karya Seniman Lokal Tenun Gedhog Tuban
Bisnis.Jumat, 31 Oktober 2025

Kemenkop & Inkopontren Jajaki Program Makan Bergizi Gratis di Ponpes
Headlines.Rabu, 11 Desember 2024

