Reporter : Sigit P
Bisnis
Kamis, 21 Mei 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sukses mempertahankan dominasi menguasai 83 persen pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di mana arus peti kemas pada April 2026 tercatat naik sebesar 4,31 persen secara bulanan (month-on-month).
Berdasarkan data operasional, volume peti kemas di TPS meningkat dari 114 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Maret 2026 menjadi 119 ribu TEUs pada April 2026. Arus tersebut didominasi oleh lini internasional yang menyumbang sebesar 116 ribu TEUs, sedangkan lini domestik berkontribusi sebanyak 3 ribu TEUs.
Geliat perdagangan internasional di TPS juga menunjukkan performa yang sehat. Arus ekspor pada April naik 3,64 persen menjadi 57 ribu TEUs, sementara volume impor melesat hingga 9,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 59 ribu TEUs.
Meski performa bulanan menguat, tantangan penyesuaian pasar global masih membayangi performa tahunan (year-on-year). Sepanjang periode Januari–April 2026, total arus peti kemas terkoreksi 5,5 persen menjadi 472 ribu TEUs akibat faktor unbalancing antara volume kargo dan ship’s call kapal di pasar global. Kendati demikian, gairah kunjungan kapal internasional ke TPS justru merangkak naik sebesar 0,59 persen menjadi 337 kunjungan pada caturwulan pertama tahun ini.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa pertumbuhan di bulan April ini mencerminkan ketangguhan (resilience) operasional perusahaan di tengah dinamika logistik global, sekaligus komitmen perseroan yang tengah menjalankan program transformasi peremajaan alat secara bertahap. Saat ini, TPS sedang melakukan penyesuaian operasional seiring kedatangan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC) baru.
“Pertumbuhan arus peti kemas secara month-on-month menunjukkan bahwa kinerja operasional TPS tetap resilience. Kenaikan aktivitas ekspor dan impor ini mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas perdagangan serta komunikasi dengan semua pihak yang terjalin harmonis,” ungkap Erika dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).
Kualitas layanan TPS yang konsisten ini turut mendapat acungan jempol dari para pelaku industri pelayaran yang tergabung dalam DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya. Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, mengapresiasi efisiensi operasional dan kepastian layanan yang dihadirkan TPS di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.
Apresiasi tersebut sejalan dengan realisasi kecepatan bongkar muat TPS pada awal tahun 2026 yang sukses mencapai rata-rata 50 box/ship/hour. Catatan produktivitas tinggi itu terbukti berhasil melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.
(Editor Aro)
#Bongkar Muat peti kemas
#Jawa Timur
#Logistic
#Pelabuhan Tanjung perak
#Surabaya
#Terminal Petikemas Surabaya




Headlines.Rabu, 11 Desember 2024

Daerah.Jumat, 11 Juli 2025

Daerah.Jumat, 8 November 2024

Jawa Timur.Senin, 20 Oktober 2025