Australia Tawarkan Posisi Militer, Pakta Pertahanan? Begini kata Menlu
Reporter : Editor 02
Headlines
Minggu, 8 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memberikan klarifikasi tegas terkait dampak penandatanganan Traktat Keamanan Bersama antara Indonesia dan Australia.
Meski kesepakatan tersebut menghasilkan tawaran posisi baru bagi perwira senior TNI di dalam struktur Angkatan Pertahanan Australia (Australian Defence Force), Menlu memastikan bahwa kerja sama ini bukanlah sebuah aliansi militer.
Penegasan tersebut disampaikan Menlu Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/2/2026), menyusul pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa traktat ini merupakan kelanjutan dari Defense Cooperation Agreement yang telah disepakati kedua negara sejak tahun 2006. Fokus utama dari perjanjian terbaru ini adalah penguatan mekanisme konsultasi bilateral, bukan pembentukan pakta pertahanan baru.
“Ini bukan merupakan pakta pertahanan, bukan pakta militer. Tidak ada yang kemudian mempersepsikan bahwa ancaman terhadap satu negara merupakan bahaya bagi negara yang lain, tidak seperti itu. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah,” tegas Menlu Sugiono saat memberikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, mekanisme ini mencakup forum rutin antara pimpinan dan menteri kedua negara untuk membahas situasi keamanan regional serta global secara konstruktif.
Tawaran posisi bagi perwira senior Indonesia di militer Australia dipandang sebagai bentuk kolaborasi dan komunikasi yang lebih erat. Menlu menekankan bahwa di tengah situasi global yang dinamis, kesamaan pemahaman antar negara tetangga sangat diperlukan.
Tujuan utama dari kerja sama ini, lanjut Sugiono, adalah menciptakan lingkungan regional yang stabil, damai, dan kondusif guna mendukung kepentingan nasional Indonesia, mulai dari menjaga kedaulatan hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk bisa mencapai tujuan nasional, kita perlu suasana yang stabil, tenang, sejuk, dan damai. Jika ada tensi atau konflik, cita-cita pembangunan kita tidak akan tercapai,” jelasnya.
Menlu menambahkan bahwa kerja sama semacam ini merupakan praktik diplomasi yang lazim dilakukan Indonesia dengan negara mitra lainnya. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai “tetangga yang baik” (good neighbor) di kawasan.
“Kita ingin saling membicarakan tantangan yang dihadapi dan bagaimana bekerja sama untuk mengambil sesuatu yang baik dari situasi yang ada sekarang,” pungkas Sugiono.
(Editor Aro)
#Indonesia-Australia
#Menlu Sugiono
#Penandatangan traktat
#PM Australia Anthony Albanese
#Presiden Prabowo
#Traktat
#Traktat Indonesia-Australia
#Traktat keamanan Indonesia-Australia



Berita Terkait

Presiden Sambut Kemenangan Timnas Indonesia, Jangan Euforia kata Erick
Headlines.Sabtu, 7 Juni 2025

Jatim – Rusia: Peluang Kerjasama Pendidikan dan Ekonomi Terbuka Lebar
Ekbis.Senin, 21 April 2025

KontraS Geruduk Rapat RUU TNI Berbuntut Kantor Diteror Dini Hari
Headlines.Minggu, 16 Maret 2025

Pemkot Surabaya Rebut Kembali Aset Tanah Rp55,2 M di Kecamatan Tandes
Ekonomi.Rabu, 26 November 2025

