Reporter : Sigit P
Bisnis
Jumat, 7 Agustus 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Sumenep – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kemandirian ekonomi pondok pesantren di wilayah setempat. Hingga 2026, BI se-Wilayah Jatim telah membina sebanyak 80 pondok pesantren yang mengelola total 112 unit usaha di berbagai sektor produktif.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan, mencakup pembinaan tata kelola, integrasi digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis modal sosial, ketersediaan lahan, dan jejaring alumni.
“Apabila potensi tersebut dikelola secara produktif, pesantren tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan stabilitas pasokan pangan di daerah,” ujar Rifki saat ditemui dalam kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jumat (7/8/2026).
Rifki menambahkan, pendampingan BI tidak sebatas memberi bantuan fisik, melainkan melalui pengawasan berkala berbasis Sistem Informasi Pelaku Usaha Syariah Bank Indonesia (SIPUSBI) guna memantau perkembangan usaha dan efisiensi produksi.
Salah satu contoh sukses program ini terlihat di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep. Melalui pendampingan sejak 2014, pesantren ini berhasil mengembangkan berbagai unit usaha mulai dari pertanian, perikanan, percetakan, hingga Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek SUCI—yang kini menyumbang lebih dari 30 persen terhadap total operasional pesantren.
Dukungan mesin modern seperti combine harvester dan mesin pengisi galon otomatis terbukti memangkas biaya panen hingga 5 persen sekaligus memperluas jangkauan distribusi AMDK SUCI di wilayah Madura.
Tak hanya sektor produksi, BI Jatim juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran nontunai dan pencatatan keuangan berbasis digital di lingkungan pesantren guna meningkatkan transparansi bisnis.
Ke depan, ekosistem usaha berbasis pesantren ini diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Editor Aro
#Bank Indonesia Jatim
#Ekonomi
#Jawa Timur
#Pondok Pesantren
#Sumenep
#UMKM




Headlines.Minggu, 12 Oktober 2025

Headlines.Selasa, 5 Agustus 2025

Ekbis.Jumat, 28 Februari 2025

Jawa Timur.Minggu, 25 Januari 2026