siginews

Begini Rencana Pemkot Surabaya Atasi Banjir di Margomulyo

Reporter : Editor 02

Headlines

Senin, 6 Juli 2026

Waktu baca 2 menit

Begini Rencana Pemkot Surabaya Atasi Banjir di Margomulyo

Siginews.com-Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan rencana untuk mengurai persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Margomulyo dengan membangun mini bozem (waduk mini) di kawasan exit Tol Margomulyo-Tandes serta mengalirkan air hujan langsung menuju ke laut.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menyatakan bahwa penanganan genangan di kawasan industri ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemkot. Diperlukan kerja sama yang erat dengan instansi vertikal, operator jalan tol, hingga pengelola kawasan industri setempat.

“Memang kita tidak bisa berjalan sendiri. Ada korelasi hubungan kolaboratif yang memang harus kita lakukan antara Pemerintah Kota Surabaya dengan instansi vertikal atau stakeholder,” ujar Adi, Jumat (3/7/2026).

Adi menjelaskan, perbaikan saluran di wilayah hulu tidak akan membuahkan hasil optimal jika saluran pembuangan di bagian hilir (muara) diabaikan. Salah satu titik krusial yang dipetakan adalah genangan di bawah jalan tol kawasan Margomulyo.

Untuk mengatasi titik tersebut, Pemkot Surabaya bersinergi dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol. Selain itu, pemkot juga meminta keterlibatan aktif dari pengelola kawasan industri dan pergudangan di sekitarnya karena sebagian saluran air masuk dalam wilayah kewenangan mereka.

“Karena pada waktu kita menangani skalanya sifatnya saluran tersier tapi di hilirnya sebagai muara outlet enggak dirawat, sama saja,” kata Adi menekankan pentingnya sinergi hulu-hilir.

Pemkot Surabaya telah memetakan rute pembuangan air agar genangan di Margomulyo bisa surut lebih cepat. Berikut adalah skema alirannya:

Pertama, Saluran Tersier & Sekunder: Air dari kawasan sekitar ditampung ke saluran kanan dan kiri jalan.

Kedua, Saluran Margomulyo Tengah: Seluruh aliran air akan diarahkan berkumpul di saluran utama ini.

Ketiga, Rumah Pompa Balong II: Air ditarik menggunakan pompa berkapasitas besar.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Keempat, Muara Akhir: Air langsung dialirkan dan dibuang menuju ke laut.

Guna memuluskan skema tersebut, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran intervensi pada tahun 2026 ini untuk membangun konektivitas saluran baru serta meningkatkan kapasitas rumah pompa.

Pemkot juga akan membangun rumah pompa sekala kecil guna mendorong air menuju Rumah Pompa Balong II.

Sebagai solusi jangka pendek yang solutif, Pemkot Surabaya memanfaatkan lahan milik PT Margabumi di area exit Tol Margomulyo-Tandes untuk membangun mini bozem.

Lokasi ini dipilih karena elevasinya yang rendah, sehingga kerap menjadi pusat berkumpulnya air saat hujan deras.

Saat ini, proses pembangunan waduk mini tersebut sudah berjalan (on-going). Mini bozem ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat parkir air atau tampungan sementara.

“Kami koordinasi dengan PT Margabumi, bisa enggak memanfaatkan lahan mereka untuk dipakai tampungan sementara, sehingga air tidak langsung meluber ke jalan,” pungkas Adi.

 

(Editor Aro)

#Banjir

#Bozem

#Infrastruktur

#Jawa Timur

#Kawasan Gudang Margomulyo

#Pemkot Surabaya

#Surabaya

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.