BMKG Beri Sinyal Surabaya Siaga Cuaca Ekstrem Hingga 10 Februari
Reporter : Sigit P
Headlines
Kamis, 5 Februari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Surabaya – Warga Kota Surabaya diminta memperketat kewaspadaan hingga pertengahan bulan ini. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kota Pahlawan masuk dalam periode peringatan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung mulai tanggal 1 hingga 10 Februari 2026.
Menanggapi sinyal bahaya tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan peringatan khusus terkait anomali cuaca yang sering kali berubah drastis, terutama saat memasuki waktu malam.
Eri mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat sulit diprediksi secara kasat mata. Meski siang hari cuaca mungkin terlihat bersahabat, risiko badai justru mengintai saat hari mulai gelap.
“Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri,” ujar Eri Cahyadi, Kamis (5/2/2026).
Potensi ancaman yang membayangi Surabaya dalam beberapa hari ke depan meliputi hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga puting beliung.
Hal ini bukan sekadar peringatan, mengingat pada Selasa (3/2) lalu, angin kencang telah merobohkan sejumlah papan reklame dan menumbangkan pohon di berbagai titik kota.
Sebagai langkah pencegahan jatuh korban jiwa, Wali Kota Eri menginstruksikan seluruh jajaran Lurah dan Camat untuk aktif turun ke warga.
Ia melarang keras masyarakat menjadikan pohon sebagai tempat berteduh saat hujan turun.
“Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame,” tegasnya.
Meski meminta warga aktif berjaga-jaga, Eri memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan hadir cepat jika terjadi dampak kerusakan. Belajar dari kasus kerusakan rumah di kawasan Manyar baru-baru ini, Pemkot berkomitmen memberikan intervensi langsung.
“Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya,” jelas Eri.
Wali Kota juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan kedaruratan Command Center 112 jika menemui kejadian gawat darurat akibat cuaca ekstrem. Ia menekankan bahwa keselamatan kota adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga yang saling menjaga.
(Editor Aro)
#BMKG
#Cuaca ekstrem
#Jawa Timur
#Surabaya
#Wali Kota Eri Cahyadi



Berita Terkait

DPRD Surabaya Sepakat Garap KBS Jadi Perumda dan Perpanjang Pansus
Headlines.Selasa, 27 Mei 2025

Jelang Reuni Akbar ITS 2025, Kenapa Tidak Ada Alumni Jadi Menteri?
Headlines.Jumat, 10 Oktober 2025

Bahlil Rombak Tubuh SKK Migas, Lantik 3 Pejabat Baru
Headlines.Kamis, 27 Februari 2025

Jenazah PMI di Kamboja Tiba di Banyuwangi, Diduga Korban Kasus TPPO
Banyuwangi.Senin, 12 Mei 2025

