Reporter : Anggoro
Bisnis
Selasa, 11 Agustus 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Ekonomi Bisnis – Harga emas dunia kembali merangkak naik pada perdagangan Senin (10/8/2026). Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang sedang menimbang pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak, hingga memanasnya tensi geopolitik di Selat Hormuz.
Mengutip media spesialis soal emas, Kitco, harga emas spot parkir di level US$ 4.358,71 per troy ounce pada perdagangan sore waktu AS, naik 0,4%.
Tren positif ini tetap bertahan meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September kembali meningkat.
Pasar sempat diwarnai sentimen negatif dari rilis data nonfarm payroll Juli 2026 yang menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan. Hal itu sempat menahan penguatan dolar dan menekan proyeksi suku bunga acuan.
Namun, sentimen berbalik lantaran lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 30 tahun yang naik 5 basis poin ke level 5,244%.
Panasnya situasi geopolitik di Selat Hormuz seiring negosiasi Iran yang alot turut mengerek harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Meski kenaikan yield Treasury biasanya menjadi tantangan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, daya pikat safe haven dan ketidakpastian geopolitik justru menjaga kilau sang logam mulia.
Fondasi Jangka Panjang Masih Sangat Kokoh
Menanggapi fluktuasi pasar, Senior Portfolio Manager dan Chief Investment Officer Sprott Asset Management, Maria Smirnova, menegaskan bahwa tren jangka panjang emas masih sangat cerah (bullish).
Menurutnya, koreksi harga yang terjadi sepanjang tahun hanyalah bagian dari siklus normal.
“Utang pemerintah yang terus meningkat, defisit fiskal yang persisten, diversifikasi cadangan bank sentral dari dolar AS, serta fragmentasi geopolitik tetap menjadi latar belakang yang mendukung logam mulia,” ujar Smirnova seperti dilansir Kitco.
Pelaku pasar kini bersiap mencermati sejumlah rilis data penting ekonomi AS sepanjang pekan ini, mulai dari data inflasi konsumen (CPI) pada Rabu (12/8), Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis (13/8), hingga data penjualan ritel pada Jumat (14/8) yang diprediksi menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Editor Aro
#Ekonomi Bisnis
#Emas
#Harga emas
#Harga emas terkini
#Logam mulia




Headlines.Sabtu, 4 Oktober 2025

Ekbis.Jumat, 20 Desember 2024

Headlines.Sabtu, 29 Juni 2024

Headlines.Senin, 5 Januari 2026