Reporter : Editor 01
Headlines
Senin, 17 Agustus 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendistribusikan ribuan logistik medis, paket obat-obatan dasar, hingga tenda pos kesehatan ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk mendukung operasional tenaga medis serta mengantisipasi potensi lonjakan pasien pascagempa.
Dukungan logistik yang dikirimkan per Minggu (16/8/2026) mencakup 8 paket obat-obatan dasar, 5 paket Emergency Kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, 10 unit oksigen konsentrator, serta 2 unit tenda pos kesehatan. Selain itu, 8 unit tenda tambahan juga disiagakan di lapangan.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa prioritas utama Kemenkes saat ini adalah memulihkan fungsi layanan darurat di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak.
“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” ujar Menkes Budi dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Menkes menargetkan dalam waktu paling lambat satu minggu seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan pelayanan dasar esensial, khususnya operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.
RSUD Nagekeo dan Ruteng Terdampak Parah, RS Mobil Dikerahkan
Data per 15 Agustus 2026 mencatat guncangan gempa berdampak pada 8 kabupaten/kota di NTT, yaitu Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.
Kerusakan paling signifikan dilaporkan terjadi di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Untuk memperkuat penanganan medis, Rumah Sakit Lapangan serta Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi telah diterjunkan ke lokasi.
“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi serta EMT sudah bergerak hari ini,” kata Menkes.
Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan struktur berat, Kemenkes mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil berfasilitas ruang operasi pada Senin (17/8/2026). Sementara pasien rujukan berat akan dialihkan ke RSUD Borong dan RSUD Komodo.
Aktivasi HEOC di 9 Titik dan Pemulihan Puskesmas
Untuk memperlancar jalur koordinasi, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di 9 titik, yang terdiri dari 1 HEOC tingkat pusat/provinsi dan 8 HEOC tingkat kabupaten/kota.
Laporan pemetaan fasilitas kesehatan per 15 Agustus 2026 mencatat:
1. Rumah Sakit: Dari 21 RS terdampak, 16 RS beroperasi penuh, 4 beroperasi sebagian, dan 1 durung beroperasi (3 rusak berat, 6 rusak ringan, 12 aman).
2. Puskesmas: Dari 190 puskesmas terdampak, 122 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum dapat beroperasi (20 rusak berat, 37 rusak sedang, 11 rusak ringan).
Kemenkes menargetkan dalam dua minggu seluruh puskesmas terdampak dapat kembali memberikan pelayanan dasar seperti persalinan, pelayanan ibu hamil, dan imunisasi. Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinkes NTT, BNPB, dan Basarnas guna mempercepat penanganan bencana di lapangan.
Editor Aro
#Bencana Gempa
#Distribusi bantuan gempa
#Gempa NTT
#Kemenkes




Headlines.Sabtu, 28 September 2024

Headlines.Rabu, 3 Desember 2025

Headlines.Sabtu, 25 Oktober 2025

Headlines.Minggu, 21 Desember 2025